Jangan ada wanita trauma naik angkot
Jum'at, 16 Desember 2011 - 10:31 WIB
Jangan ada wanita trauma naik angkot
A
A
A
Sindonews.com – Maraknya pelecehan seksual di angkutan umum mendapat perhatian serius dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar.
Linda mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Sukamto untuk mengunjungi korban perkosaan di angkutan Kota (angkot) di Depok. Dalam kunjungan tersebut Linda mengatakan, pemerintah menyampaikan rasa keprihatinannya atas kasus tersebut.
“Sangat memprihatinkan. Korban merupakan ibu yang sedang menyusui,” ungkap Linda menjelaskan kepada wartawan dalam kunjungannya di RS Polri Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (16/12/2011).
Menurut Linda, selama ini, masyarakat khususnya kaum perempuan banyak menggunakan angkutan umum sebagai sarana transportasi. Akan tetapi, keamanan harus menjadi jaminan para pengguna transportasi umum tersebut.
“Jangan sampai ada trauma berkepanjangan di kalangan masyarakat. Hal ini bisa menimbulkan asumsi bahwa angkutan umum di Indonesia rawan dengan kejahatan,” kata Linda.
Ke depannya, Linda juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini. “Sampai saat ini belum dilakukan. Namun kami sudah merencanakan untuk membicarakan persoalan ini,” paparnya.
Kepala Rumah Sakit RS Sukamto S Budisiswanto mengatakan, keadaan korban sudah lebih membaik dibandingkan ketika baru didatangkan dari Polres Depok. Pada awal datang ke Rumah sakit, korban terlihat kurang stabil. Sedangkan dari hasil pemeriksaan ditemukan luka memar di sekujur tubuh korban.
"Kemungkinan dalam tiga sampai lima hari ke depan korban akan secara fisik akan segera pulih dan dapat pulang. Tapi secara psikologi kami akan terus melakukan pemantauan lebih lanjut untuk menyembuhkan kejiwaan korban," tukas Budi.
Linda mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Sukamto untuk mengunjungi korban perkosaan di angkutan Kota (angkot) di Depok. Dalam kunjungan tersebut Linda mengatakan, pemerintah menyampaikan rasa keprihatinannya atas kasus tersebut.
“Sangat memprihatinkan. Korban merupakan ibu yang sedang menyusui,” ungkap Linda menjelaskan kepada wartawan dalam kunjungannya di RS Polri Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (16/12/2011).
Menurut Linda, selama ini, masyarakat khususnya kaum perempuan banyak menggunakan angkutan umum sebagai sarana transportasi. Akan tetapi, keamanan harus menjadi jaminan para pengguna transportasi umum tersebut.
“Jangan sampai ada trauma berkepanjangan di kalangan masyarakat. Hal ini bisa menimbulkan asumsi bahwa angkutan umum di Indonesia rawan dengan kejahatan,” kata Linda.
Ke depannya, Linda juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini. “Sampai saat ini belum dilakukan. Namun kami sudah merencanakan untuk membicarakan persoalan ini,” paparnya.
Kepala Rumah Sakit RS Sukamto S Budisiswanto mengatakan, keadaan korban sudah lebih membaik dibandingkan ketika baru didatangkan dari Polres Depok. Pada awal datang ke Rumah sakit, korban terlihat kurang stabil. Sedangkan dari hasil pemeriksaan ditemukan luka memar di sekujur tubuh korban.
"Kemungkinan dalam tiga sampai lima hari ke depan korban akan secara fisik akan segera pulih dan dapat pulang. Tapi secara psikologi kami akan terus melakukan pemantauan lebih lanjut untuk menyembuhkan kejiwaan korban," tukas Budi.
()