Polda Lampung: Pembantaian bukan di Mesuji Lampung

Kamis, 15 Desember 2011 - 13:31 WIB
Polda Lampung: Pembantaian...
Polda Lampung: Pembantaian bukan di Mesuji Lampung
A A A
Sindonews.com - Polda Lampung menegaskan, kejadian yang pembantaian warga Mesuji yang dilaporkan ke Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bukan terjadi di Lampung.
Kepala Polda Lampung Brigjen Jodie Roseto menegaskan bahwa kejadian pembantaian warga yang dilaporkan warga ke Komisi III DPR-RI tidak terjadi di Kabupaten Mesuji wilayah Lampung.

"Tidak ada tindakan masif aparat dalam bentuk apapun, apalagi sampai menewaskan warga di Mesuji," kata dia, di Bandarlampung, Kamis (15/12/201).


Menurut dia, apa yang beredar di pemberitaan terlalu dibesar-besarkan, dan merupakan informasi yang masih perlu didalami.Dia juga menjelaskan nama Mesuji memang terdapat di dua wilayah, yakni wilayah Mesuji Lampung merupakan Kabupaten Mesuji, dan Kecamatan Mesuji yang masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.


Hal yang sama juga diungkapkan Komandan Korem 043 Garuda Hitam Kolonel Amalsyah Tarmizi yang menyatakan bahwa rekaman video pembantaian yang dilaporkan warga Mesuji, bukan berada di wilayah Lampung, melainkan di wilayah Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.


"Kejadian itu bukan di Lampung. Tapi di Kecamatan Mesuji, Sumatera Selatan," kata Amalsyah di sela-sela pertemuan dengan media cetak dan elektronik di Aula Korem.

Dia menjelaskan, kejadian di wilayah OKI, yang disebut tragedi Sungai Sodong, menelan korban tujuh orang. Lima dari Pam Swakarsa perusahaan dan dua dari warga terjadi April 2011 lalu. Sedangkan di Kabupaten Mesuji, Lampung, juga terjadi bentrok warga dengan PT BSMI, yang menelan satu orang tewas pada November 2011 lalu.


Sejumlah warga yang mengaku berasal dari Mesuji, Lampung, mengadu ke Komisi III DPR terkait upaya penggusuran oleh sebuah perusahaan kebun sawit asal Malaysia PT Silva Inhutani di Kabupaten Mesuji. Penggusuran tersebut menggunakan cara kekerasan yang menimbulkan korban jiwa hingga mencapai 30 orang tewas selama kurun waktu 1997hingga 2011.


Menurut pengakuan warga, saat penggusuran itu bangunan ibadah dihancurkan, hasil panen singkong juga dirampas.
()
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
18 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
1 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
1 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
5 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved