Empat mahasiswa UBK dirawat

Kamis, 15 Desember 2011 - 12:22 WIB
Empat mahasiswa UBK...
Empat mahasiswa UBK dirawat
A A A
Sindonews.com - Setelah bentrok dengan polisi, empat mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) kini menjalani perawatan di Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya.

Mereka yakni Dayat, Albert, Willy, dan Rahmat Bagus. Para korban mengalami luka setelah bentrok dengan anggota polisi saat menggelar aksi unjuk rasa solidaritas untuk Sondang di Jalan Kimia, Jakarta Pusat, Rabu 14 Desember 2011.

Kuasa Hukum korban, Rio Arif Wicaksono mengatakan, para korban mengaku mengalami kekerasan saat penangkapan yang dilakukan oleh polisi. Arif mengatakan, mereka rata-rata mengalami luka memar di sekujur tubuh karena ditendang, diseret, dan dipukul pakai senjata.

"Mereka mengalami kekerasan saat penangkapan sama Brimob," kata Kuasa Hukum korban, Rio Arif Wicaksono, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2011).

Rio menyakini, kekerasan terhadap para mahasiswa ini sudah terjadi saat penangkapan paksa. Menurutnya, kondisi korban sudah mengalami kekerasan saat ditemui dirinya.

"Willy diseret, lecet di bagian belakang, Albert ditendang pakai sepatu PDL, Rahmat dipukul salah satu anggota pakai tangan waktu di sana. Kekerasan terhadap korban terjadi pada saat penangkapan paksa. Di sini, kondisi sudah seperti ini," tambahnya.

Sedangkan enam orang lainnya yang juga turut diamankan polisi dalam kondisi baik dan kini masih dalam pemeriksaan di Unit Kemanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, mahasiswa UBK menggelar aksi unjuk rasa solidaritas Sondang di Jalan Kimia. Sayangnya, aksi yang digelar sekira pukul 15.00 WIB berakhir bentrok antara mahasiswa dan polisi. Selain empat mahasiswa yang jadi korban, Kapolres Jakarta Pusat Kombes AR Yoyol juga kena lemparan batu.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang malam ini menyalakan 1.000 lilin di tugu Adipura Kota Tangerang. Aksi pasang lilin ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas GMNI terhadap Sondang, Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang membakar diri beberapa waktu lalu.

"Aksi ini sebagai bentuk belasungkawa kami atas kepergian saudara seperjuangan kami, Sondang. Ia adalah pejuang revolusi. Kematiannya semakin membakar semangat kami untuk bersatu mereformasi negeri ini," kata anggota GMNI Komisariat FISIP Unis Tangerang, Adi Dermawan.

Ia juga mengatakan pengorbanan Sondang adalah bentuk kekecewaan yang sudah sangat memuncak terhadap pemerintahan SBY-Boediono.

"Almarhum sudah jengah dan lelah dengan perjuangan yang tak pernah selesai, SBY- Boediono telah gagal memimpin negeri ini. Kami yang akan melanjutkan perjuangan almarhum menuju Indonesia yang sejahtera," ucapnya lagi usai memadamkan 1000 lilin terakhir.

Aksi pada malam ini diikuti sekitar 40 mahasiswa dari tiga universitas yang ada di Kota Tangerang, seperti UNIS, Bina Madani dan Raharja. Dalam kesempatan ini, mahasiswa juga menampilkan teatrikal perjuangan mahasiswa dalam memperjuangkan reformasi di negeri ini.
()
Berita Terkini
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
20 menit yang lalu
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
42 menit yang lalu
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
48 menit yang lalu
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
59 menit yang lalu
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
1 jam yang lalu
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved