Face Shield T57, Prof Fathul Wahid: Semua Didonasikan untuk Tenaga Medis

Kamis, 02 April 2020 - 07:05 WIB
Face Shield T57, Prof...
Face Shield T57, Prof Fathul Wahid: Semua Didonasikan untuk Tenaga Medis
A A A
YOGYAKARTA - Persebaran virus corona yang tak henti meluas membuat banyak pihak prihatin. Lebih-lebih, virus Covid-19 ini sifatnya sangat rentan karena bisa mudah mengenai siapa saja, termasuk dokter dan tenaga medis yang sebenarnya bertugas menyelamatkan nyawa pasien.

Keprihatinan inilah yang mengilhami berbagai kalangan ingin bahu-membahu membantu menghentikan keganasan virus. Mereka antara lain berinisiatif menciptakan alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan tenaga medis khususnya agar lebih aman dalam bertugas.

Inisiatif positif itulah seperti yang dilakukan Prof Fathul Wahid, rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Prof Fathul membuat APD berupa pelindung wajah (face shield) atau kacamata google dari bahan dasar mika bening. Dia memberi nama kreasinya ini Face Shield T57.

APD untuk melindungi wajah tim medis saat menangani pasien kasus Covid-19, khususnya dari potensi masuknya percikan droplet. Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) ini meyakini selama ini persebaran Covid-19 dari orang ke orang lebih banyak melalui percikan droplet tersebut. (Baca: Profesor Ini Prediksi Corona Akan hilang Akhir Mei)

Selain itu, dia sengaja membuat face shield ini untuk membantu mencukupi APD di sejumlah rumah sakit yang banyak mengalami kekurangan pasokan. Bahkan akibat terbatas, sejumlah dokter atau tenaga medis memakai APD seadanya. Padahal menurut standar medis, mereka seharusnya melengkapi dirinya dengan masker N-95 dan kacamata google atau face shield.

Fakta ini membuat dia miris dan prihatin. Apalagi sudah banyak dokter dan tenaga medis yang turut terpapar virus ini, bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia. “Inilah yang mendorong saya membuat APD face shield ini,” kata Fathul.

Menurutnya, tidak sulit untuk menciptakan APD ini. Dalam membuat APD tersebut, Fathul dibantu oleh istrinya, Nurul Indarti, dan kedua anaknya di rumahnya Jalan Timoho 5/7, Kota Yogyakarta. Dia menamai APD buatannya dengan Face Shield T57 karena mengombinasikan nomor rumahnya tersebut. “Pembuatan face shield ini juga untuk mengisi waktu work from home (WFH),” ujarnya.

Prof Fathul sebenarnya ingin membuat berbagai APD yang dibutuhkan tenaga medis. Namun karena keterbatasan peralatan, seperti mesin jahit, dia lantas memilih jenis APD yang lebih mudah pembuatannya, yakni face shield.

Face shield ini dibuat dari mika bening dengan ketebalan mika 0,3 milimeter-0,5 milimeter. Untuk mengefisienkan penggunaan mika, potongan dibuat berukuran 28x28 cm. Selain mika, bahan lainnya adalah busa ketebalan 2 cm, elastik lebar 3 cm, keling kancing.

Untuk membuat face shield ini dibutuhkan waktu cukup lima menit. “Bersama keluarga, kami sudah bisa membuat 100 APD face shield. Biayanya juga tidak mahal, hanya butuh Rp5.000 per unit,” jelas guru besar bidang ilmu sistem informasi tersebut. (Baca: Sebanyak 26 Orang di Sumut terinfeksi Corona, 2 di Antaranya Tenaga Medis)

Prof Fathul Wahid menegaskan, APD face shield yang diproduksinya ini tidak diperjualbelikan, tetapi diberikan seluruhnya ke rumah sakit, puskesmas, dan klinik yang membutuhkan sebagai donasi.

Sasaran fasilitas medis juga tak hanya di wilayah Yogyakarta, tetapi lokasi mana pun yang membutuhkan. Di Yogyakarta, APD ini antara lain sudah didonasikan ke Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH), Rumah Sakit Islam PDHI, dan Rumah Sakit UII.

“Bagi yang membutuhkan bisa memesan; bersama keluarga, kami akan melayani permintaan tersebut,“ terangnya.

Fathul menambahkan, selain melayani pemesanan, dirinya juga membagikan video tutorial pembuatan face sheild ini, yaitu Tutorial Membuat Pelindung Muka Face Shield di https://youtu.be/sPTzuEOKGyo. Dia sangat berharap para mahasiswanya dan masyarakat bisa membantu memproduksi sendiri face shield ini karena mudah dan murah. (Priyo Setiawan)
(ysw)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
1 jam yang lalu
Jarak ke RS Capai 200...
Jarak ke RS Capai 200 Km, Legislator Perindo Fendi Yulianto Sumbang Ambulans untuk Warga Pesisir Selatan
1 jam yang lalu
Pemkot Bogor Hapus Ratusan...
Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
1 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Talaud...
Gempa M5,6 Guncang Talaud Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
1 jam yang lalu
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
3 jam yang lalu
Prosesi Injak Kepala...
Prosesi Injak Kepala Kerbau Dikaitkan dengan Banteng, Ini Jawaban Jokowi
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved