Bogor Raya Minta Pemerintah Pusat Lockdown Jakarta

Minggu, 29 Maret 2020 - 22:09 WIB
Bogor Raya Minta Pemerintah...
Bogor Raya Minta Pemerintah Pusat Lockdown Jakarta
A A A
BOGOR - Kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bogor semakin hari terus bertambah. Pada Sabtu 28 Maret jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) delapan orang sekarang Minggu (29/3/2020) menjadi sembilan orang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkeinginan untuk menekan angka semakin meluasnya penyebaran virus Corona dengan meminta pemerintah pusat mengambil kebijakan lockdown wilayah DKI Jakarta.

"Kebijakan lockdown di Jakarta menjadi sangat penting karena Jakarta saat ini sebagai epicentrum penyebaran virus Corona," katanya di Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). (Baca juga: Sebaran Virus Corona Kian Masif, Pemerintah Disarankan Lakukan Lockdown )

Kebijakan lockdown dinilai dapat memutus rantai penyebaran virus Corona dari Jakarta kepada warga luar Jakarta, seperti kota dan Kabupaten Bogor yang masih beraktivitas di Jakarta. (Baca juga: Positif Corona Tambah 130 Orang, Pemerintah Kembali Ingatkan Jaga Jarak )

"Yang menjadi catatan pentingnya adalah DKI Jakarta, saat ini menjadi epicentrum penyebaran atau perluasan virus Corona. Jadi tidak ada artinya kalau DKI tidak melakukan pembatasan-pembatasan yang signifikan. Jadi sama kita sepakat, bahwa epicentrumnya dulu diberesin, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan menyesuaikan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama hal senada juga diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin. Kata dia, Jakarta harus segera lockdown. "Saya dengan Pak Dedie (Wakil Wali Kota Bogor) mengimbau kepada Jakarta untuk segera lockdown. Lockdown Jakarta ini sangat penting, daripada lockdown di wilayah," kata Ade.

"Kalau lockdownJakarta mudah-mudahan bisa menekan pasien positif dan wilayah juga bisa mengikuti. Jadi Jakarta segera lah, lockdown," sambungnya. (Baca juga: Ini 5 Provinsi dengan Jumlah Tertinggi Kasus Positif Corona )

Ade menyebut, jika Jakarta tidak melakukan lockdown, maka kebijakan lockdown yang akan dilakukan daerah penyangga tidak akan berarti. Karena akan tetap banyak warga dari daerah penyangga, khususnya dari Bogor yang harus melakukan aktivitasnya ke Jakarta setiap hari.

"Jadi ketika Jakarta duluan di-lockdown ya kami akan menyesuaikan nantinya. Tetapi kalau kami duluan lockdown, sementara Jakarta tidak, nah nanti orang akan tetap berbondong-bondong kesana (ke Jakarta)," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
51 Tenaga Kesehatan...
51 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Positif Covid-19
Lagi, Sehari 7 PDP COVID-19...
Lagi, Sehari 7 PDP COVID-19 di Kabupaten Bogor Meninggal
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Evaluasi PSBB Bodebek,...
Evaluasi PSBB Bodebek, Penularan Covid-19 di Kota Bogor Terendah
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
51 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
5 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
8 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
8 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Provinsi...
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Tambah 25 Titik Penyekatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved