alexametrics

Pandemi Corona, Warga Sumbar Diimbau Sementara Tidak Gelar Salat Jumat

loading...
A+ A-
PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyurati bupati dan wali kota se-Sumbar untuk meniadakan sementara pelaksanaan Salat Jumat di masjid.

Surat tersebut menindaklanjuti maklumat yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, sehubungan perkembangan terkini penyebaran virus corona (Covid-19).

Imbawan gubernur Sumbar tersebut adalah, peniadaan sementara Salat Jumat di masjid untuk daerah-daerah yang terjangkit Covid-19. Jamaah bisa menggantinya dengan Salat Zuhur di rumah masing-masing.



Selain Salat Jumat, salat berjamaah lainnya di Masjid dan musala juga ditiadakan sementara. “Tidak menyelenggarakan kegiatan pengajian dan kegiatan lainnya yang menghimpun orang banyak baik itu di masjid, musala atau surau,” kata Irwan Prayitno, Jumat (27/3/2020).

Selain itu, Irwan mengimbau setiap Masjid dan musala tetap mengumandangkan azan pada lima waktu salat fardhu dan menambahkan di akhir azan lafaz 'shallu fii buyuutikum,' yang berarti salatlah di rumah anda sekalian.

Selain itu gubernur juga mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk membaca doa qunut nadzilah di setiap salat fardhu. 'Kita juga meminta kepada dai dan mubalik untuk menghentikan segala aktivitas dakwah yang menghimpun jamaaah secara fisik,' jelasnya.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Padang mengeluarkan surat keputusan, mulai 26 Maret 2020, Salat Jumat dan salat lima waktu dilaksanakan di rumah masing-masing sampai batas waktu yang ditetapkan selanjutnya.

Sementara gereja-gereja yang ada di Kota Padang juga sejak minggu lalu sudah mengadakan kebaktian dan misa secara online.

Hingga hari ini, sebanyak lima orang warga Sumbar positif virus corona, 818 orang dalam pemantauan (ODP), 22 pasien dalam pengawasan (PDP) dan menunggu hasil pemeriksaan swab di laboratorium. Sedangkan pasien positif berjumlah 15 orang.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top