alexametrics

Corona Mewabah, Pawai Ogoh-ogoh di Bali Tetap Akan Digelar

loading...
A+ A-
DENPASAR - Merebaknya wabah Corona tidak menghentikan warga Desa Pacung Bitera, Gianyar, Bali untuk tetap membuat ogoh-ogoh.

Untuk tahun ini warga memilih ogoh-ogoh berbentuk Raja Bedahulu, atau manusia berkepala Babi yang memberikan pesan keprihatinan masyarakat terhadap virus Babi yang telah membuat matinya ratusan Babi di Bali, sehingga harga daging Babi mahal saat Galungan dan Kuningan.

Selain itu, manusia setengah Babi ini juga menggambarkan virus Babi dan wabah Corona, tak cukup menghentikan dan menghilangkan jiwa seni serta kreatif yang ada dalam diri warga dan anak anak Bali.



Sementara itu, perhimpunan Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali mengakui, ogoh-ogoh merupakan budaya seni dan agama. Jika ditiadakan di masyarakat Bali maka menjadi hal yang tidak mungkin. "Namun adanya virus Corona untuk tahun ini, pawai ogoh-ogoh diadakan di seputaran Banjar Desa Pakraman setempat," ujar Pinandita I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua Bidang Agama dan Kepanditaan.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top