alexametrics

Corona Kian Mengancam, Sejumlah Objek Wisata di Bali Ditutup

loading...
Corona Kian Mengancam, Sejumlah Objek Wisata di Bali Ditutup
Corona Kian Mengancam, Sejumlah Objek Wisata di Bali Ditutup
A+ A-
DENPASAR - Kasus Corona makin menggila menyusul 227 kasus positif dengan 19 kematian. Perkembangan itu membuat sejumlah pengelola objek wisata di Bali memilih menutup usahanya.

Hingga Rabu (18/3/2020), setidaknya ada empat objek yang resmi ditutup. "Desa Penglipuran tidak menerima kunjungan terhitung sejak 18 sampai 30 Maret 2020," kata Bendesa Adat Penglipuran Wayan Supat.

Penutupan objek wisata desa terbersih di dunia itu dilakukan berdasarkan paruman atau musyawarah warga desa. Ini setelah mayoritas warga menyampaikan aspirasi perlunya menutup Penglipuran untuk mencegah masuknya virus Corona.



Supat menjelaskan, obyek Penglipuran adalah desa, termasuk warga di dalamnya. "Karena itu kami lebih mengutamakan keselamatan warga," tandasnya.

Objek wisata air terjun Sekumpul di Buleleng juga ditutup per hari ini hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan diumumkan dengan memasang banner di pintu masuk.

Objek wisata air terjun Suwat di Gianyar juga melakukan langkah serupa hingga dua pekan ke depan. Pengelola memilih memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga menyusul perkembangan wabah Corona.

Penutupan juga dilakukan pengelola Kebun Raya Eka Karya yang dikelola Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bedugul, Tabanan, mulai Kamis (19/3) hingga 31 Maret 2020.

Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan LIPI R Hendrian mengatakan, penutupan sementara ini merupakan bentuk tanggungjawab dan komitmen untuk terus menjaga kesehatan dan keselamatan dalam situasi pandemik Covid-19. "Selama penutupan akan dilakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas publik kebun raya," katanya dalam siaran pers.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak