Ini Penjelasan Dirjen Imigrasi Terkait Masuknya 49 warga China ke Kendari

Selasa, 17 Maret 2020 - 12:33 WIB
Ini Penjelasan Dirjen...
Ini Penjelasan Dirjen Imigrasi Terkait Masuknya 49 warga China ke Kendari
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi memberikan klarifikasi terkait video kedatangan warga negara asing (WNA) China di Kota Kendari melalui Bandara Halu Oleo yang viral di media sosial (medsos).

"Bahwa benar, mereka menggunakan visa kunjungan B211 yang berlaku 60 hari yang diterbitkan pada tanggal 14 Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba kemampuan bekerja (Permenkumham Nomor 51 Tahun 2016)," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2020).

Arvin juga membenarkan berdasarkan cap tanda masuk Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor para WNA itu, bahwa 49 WNA tersebut tiba di Thailand pada 29 Februari 2020.

"Bahwa benar, berdasarkan medical certificate atau surat sehat pemerintah Thailand sejak tanggal 29 Februari hingga 15 Maret 2020 bahwa mereka telah dikarantina di Thailand dan surat tersebut telah diverifikasi oleh pihak Perwakilan RI di Bangkok, Thailand pada tanggal 15 Maret 2020 (Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 07 Tahun 2020 pasal 3 ayat 2)," ungkapnya.

Warga Negara China tersebut, lanjut Arvin, keluar dari Thailand pada 15 Maret 2020 (berdasarkan cap tanda keluar Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor).

Arvin membenarkan pada tanggal 15 Maret 2020 WNA China tersebut, mendarat di Bandara Soekarno Hatta dan kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta dan telah menerbitkan surat rekomendasi berupa kartu kewaspadaan kesehatan pada setiap orang tersebut.

"Bahwa benar, petugas Imigrasi Soekarno Hatta telah memberikan izin masuk pada tanggal 15 Maret 2020 sebagai mana tertera pada paspor mereka setelah WNA China tersebut menunjukan surat rekomendasi dari KKP Soekarno Hatta," katanya.

Kantor Imigrasi, kata Arvin, juga membenarkan bahwa pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 20.00 WITA sebanyak 49 WNA China berasal dari Provinsi Henan, Hebei, Jiangsu, Shaanxi, Jilin dan Anhui datang ke Kendari dari Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-696.

"WNA China tersebut memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku," jelasnya.

Tidak hanya itu, menurut Arvin, bahwa setiap orang yang datang dari luar negeri wajib melalui pemeriksaan oleh karantina kesehatan, imigrasi, dan bea cukai di Bandara Soekarno Hatta dan mereka dinyatakan layak untuk masuk Indonesia.

"Kantor Imigrasi akan tetap bekerja sesuai dengan fungsi dan wewenang yang telah ditetapkan dalam rangka pengawasan terhadap warga negara asing," tuturnya.
(zil)
Berita Terkait
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
13.056 WNA Punya E-KTP,...
13.056 WNA Punya E-KTP, Terbanyak asal Korsel bukan China
Warga Tiongkok Kembali...
Warga Tiongkok Kembali Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta
Diduga Sindikat Penipuan...
Diduga Sindikat Penipuan Siber, Imigrasi Deportasi 26 WNA China
Tak Melapor Pindah Kerja,...
Tak Melapor Pindah Kerja, Imigrasi Palembang Deportasi WNA Asal China
7.527 WNA China Serbu...
7.527 WNA China Serbu Indonesia via Bandara Soetta Sepanjang Januari-Maret 2022
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
24 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
59 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved