KRL Berisiko Tinggi Penularan Corona, Pengguna: Waspada Perlu tapi Tak Perlu Parno

Kamis, 12 Maret 2020 - 07:51 WIB
KRL Berisiko Tinggi...
KRL Berisiko Tinggi Penularan Corona, Pengguna: Waspada Perlu tapi Tak Perlu Parno
A A A
JAKARTA - Pengguna Commuter Line mengaku tidak begitu khawatir dengan informasi yang menyebut KRL rute Bogor-Jakarta Kota berisiko tinggi penularan virus Corona. Meski demikian, pengguna KRL kini lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Saya nyantai aja," ujar salah satu pengguna KRL Bogor-Jakarta, Yogi Pribadi, kepada SINDOnews, Kamis (12/3/2020) pagi.

Yogi mengakui perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Corona. Namun tidak perlu takut berlebihan walaupun orang-orang di sekitar berpotensi menyebarkan virus.

"Hidup, mati, jodoh, rejeki, sudah ditentukan Allah SWT. Waspada tetap, ikhtiar tetap, berdoa (agar) selamat jangan putus," kata Yogi. (Baca juga: Antisipasi Corona, DKI Imbau Batasi Jabat Tangan dan Kontak Fisik)

Hal senada dikatakan penumpang KRL Commuter Line lainnya, Buddy Dharmawan. Menurut Buddy, sebaiknya tidak perlu terlalu parno (takut berlebihan) dengan informasi yang menyebut KRL rute Bogor-Jakarta Kota berisiko tinggi penularan virus Corona.

"Semua juga berisiko, kalau pemikirannya dari sisi kepadatan penumpang. Yang penting ikhtiar, waspada, dan juga antisipasi. Misalnya pakai masker walaupun sehat, karena yang sakit kadang malas pakai masker atau susah dapatin masker. Pakai HS saat akan naik dan selepas turun KRL, dan lain-lain. Ikutin saran-saran dari dokter saja intinya. Ketakutan enggak, jumawa juga enggak boleh," tukasnya.

Terkait jumlah penumpang, Buddy melihat tidak begitu berpengaruh. Pagi ini KRL yang ia tumpangi untuk tujuan Bogor-Jakarta Kota, masih tetap padat seperti sebelum-sebelumnya. (Baca juga: Waspadai Potensi Penyebaran Virus Corona di KRL Bogor-Jakarta Kota)

"Cuma kalau saya amati, jumlah orang yang pakai masker lebih banyak dari biasanya. Kemarin-kemarin sih paling 2-3 pemakai dari 10 orang yang ada di sekitar saya, sekarang lebih dari 6 orang," tukasnya.
KRL Berisiko Tinggi Penularan Corona, Pengguna: Waspada Perlu tapi Tak Perlu Parno
Penumpang KRL lainnya rute Bogor-Tanah Abang, Huda, juga mengaku tidak merasakan ada penurunan jumlah penumpang Commuter Line pagi ini. "Kereta Tanah Abang ramai-ramai aja nih, apalagi masuk Stasiun Bojong-Citayam," Kata Huda.

Sementara, Ogi Haddad, penumpang KRL Bogor-Jakarta lainnya mengaku merasakan ada sedikit lebih longgar pagi ini. Namun ia tidak bisa memastikan apakah hal itu karena efek isu Corona.

"Berasa agak sepian ini KRL, jadi lumayan enggak terlalu sesak. Biasanya sampai Bojong sudah penuh banget, ini tadi Citayam masih bisa gerak (agak longgar). Saya baru berasa pagi ini. Apa mungkin karena hujan jugam," kata Ogi.

Bagi Ogi, informasi yang menyebut KRL rute Bogor-Jakarta Kota berisiko tinggi penularan virus Corona tidak begitu mengganggu dirinya dalam menggunakan moda transportasi massal itu.

Senada diungkapkan Syahdan. penumpang KRL tujuan Bogor-Tanah Abang. Menurut dia, adanya wabah Wirus corona perlu dimaknai dengan sikap yangg tidak berlebihan.

"Waspada tetap dan rajin-rajin bersihkan diri sehingga tetap terjaga kesehatan kita semua. Untuk saat ini alhamdulilah di KRL aman-aman saja. Insya Allah selalu berdoa agar senantiasa terjaga," ucapnya.

Sementara itu, pihak Commuter Line menyatakan terus mengantisipasi penyebaran virus Corona di KRL. (Baca juga: Ini Reaksi PT KCI Soal KRL Bogor-Jakarta Kota Rentan Penyebaran Corona)

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengatakan, sebagai operator transportasi publik yang sudah melayani 336 juta pengguna pada tahun ini, tentu KCI harus berupaya keras mengerahkan seluruh sumber daya agar commuter line dapat mengantisipasi penyebaran virus Corona dan saat bersamaan tetap memberikan layanan bagi penggunanya.

Menurut dia, seluruh armada KRL dicuci saat selesai beroperasi. Pencucian KRL dilakukan baik pada bagian interior maupun eksterior. Pencucian interior untuk membersihkan komponen bagian di dalam KRL, meliputi plafon, grip, kisi-kisi AC, kursi, dan lantai KRL. Untuk pencucian eksterior meliputi dinding, pintu dan jendela bagian luar.

"Kami juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan agar sarana KRL terhindar dari hama, bakteri, kuman & virus yang berpotensi menyebarkan penyakit. Jenis cairan kimia/hemical yang digunakan juga sesuai dengan standar Kementerian Lingkungan Hidup serta tentunya ramah lingkungan".
(thm)
Berita Terkait
Penumpang KRL Commuter...
Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Ikuti Tes Swab PCR
Bermain Gadget di KRL...
Bermain Gadget di KRL Dapat Meningkatkan Risiko Terpapar Virus Corona
Ini Alasan Pemkot Bekasi...
Ini Alasan Pemkot Bekasi Melakukan Tes Swab PCR di Stasiun Bekasi
KRL Rawan Penyebaran...
KRL Rawan Penyebaran Corona, KCI Diminta Tegas Jalankan Protokol Covid-19
Pengguna KRL Mulai Hari...
Pengguna KRL Mulai Hari ini Wajib Pakai Lengan Panjang atau Jaket
Pandemi Corona, Commuter...
Pandemi Corona, Commuter Line Transportasi Favorit Warga Depok
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
14 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada, Lima Tempat...
Waspada, Lima Tempat Ini Berisiko Tinggi Penularan Omicron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved