Remaja Putri Bunuh Bocah di Sawah Besar, Kriminolog: Pemerintah Harus Tegas

Minggu, 08 Maret 2020 - 14:37 WIB
Remaja Putri Bunuh Bocah...
Remaja Putri Bunuh Bocah di Sawah Besar, Kriminolog: Pemerintah Harus Tegas
A A A
JAKARTA - Kasus pembunuhan yang dilakukan remaja puteri NF (15) terhadap bocah berusia 6 tahun di kawasan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis 5 Maret 2020 lalu, menyita perhatian publik. Adapun pembunuhan itu dilakukan pelaku karena ingin menirukan adegan kekerasan hingga pembunuhan setelah menyaksikan adegan dalam film Chuky dan Slenderman.

Kriminolog Universitas Indonesia, Ferdinand Andri Lolo, mengatakan, selain masih di bawah umur, pelaku terbilang amat sadis dalam melakukan pembunuhan itu. Bahkan di usianya yang masih remaja, NF tidak merasa menyesal.

Untuk itu, dia berharap agar polisi dapat segera mengungkap motif pasti, apakah betul pelaku terobesi setelah menonton film kekerasan atau tidak. (Baca: Terobsesi dari Film, Remaja Habisi Nyawa Bocah 6 Tahun di Sawah Besar)

"Jika memang pembunuhan itu dilandasi karena menonto film, maka perlu juga diperhatikan seberapa jauh pengaruh tontonan atau media-media lain yang dapat menginspirasi pelaku. Misalnya mencontoh (copycat) tokoh fiktif atau real yang melakukan kejahatan," tukasnya.

Agar peristiwa semacam ini tidak terulang di kemudian hari, dan agar tidak merusak jati diri anak bangsa, Ferdinand meminta pemerintah segera merumuskan aturan baru terkait penyuguhan tontonan yang layak bagi generasi bangsa. (Baca juga: Remaja Putri Membunuh Terinspirasi Film, KPAI: Orang Tua Harus Awasi Tontonan Anak)

Meskipun itu film dari luar negeri, seharusnya pemerintah bisa bertindak tegas. "Harus ada juga pengawasan ekstra dari orang tua, karena masih banyak film-film berbau kekerasan yang dihadirkan di Indonesia," tukasnya.

Untuk pelaku, kata dia, polisi juga perlu tetap menjaga perasaan NF agar tetap stabil dengan cara menghadirkan orang tua dalam setiap penyidikan. Namun jika pelaku menolak pun jangan dipaksakan.

"Kesempatan untuk bertemu dengan orang tua atau keluarga yang lain harus diberikan polisi," tukasnya. (Baca juga: Remaja Putri Bunuh Bocah, Kriminolog: Perlu Perlakuan Hukum yang Berbeda)
(thm)
Berita Terkait
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Sadis, Ibu Tiri di Singkawang...
Sadis, Ibu Tiri di Singkawang Tega Aniaya Anak 7 Tahun Hingga Tewas
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
2 Cara untuk Melaporkan...
2 Cara untuk Melaporkan Tindak Kekerasan yang Terjadi di Sekolah
Gadis Kecil Ditemukan...
Gadis Kecil Ditemukan Jadi Mayat Kebun Karet, Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh
Berita Terkini
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
1 jam yang lalu
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
1 jam yang lalu
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
1 jam yang lalu
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
1 jam yang lalu
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
1 jam yang lalu
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
2 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved