PERSALUNY YARSI Gelar Sarasehan Mencari Solusi Turunkan Angka Stunting

Selasa, 03 Maret 2020 - 08:30 WIB
PERSALUNY YARSI Gelar...
PERSALUNY YARSI Gelar Sarasehan Mencari Solusi Turunkan Angka Stunting
A A A
JAKARTA - Persatuan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI (PERSALUNY) berupaya mencari solusi untuk menurunkan angka stunting ((kekerdilan) di Indonesia. Sebagai salah satu elemen anak bangsa, utamanya di sektor kesehatan, PERSALUNY merasa peduli terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada kualitas generasi penerus di masa depan.
Oleh karena itu, PERSALUNY mengadakan sarasehan, mencari solusi penanggulangan stunting di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bersama seluruh stakeholder bangsa utamanya alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI yang berkiprah di berbagai sektor. Seresehan yang diadakan Sabtu 29 Februari 2020, itu dihadiri di antaranya perwakilan Kementrian Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Ikatan Dokter Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Universitas YARSI, Rumah Sakit YARSI, dan PERTAMEDIKA IHC.

Persaudaraan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI merupakan organisasi Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI yang didirikan pada tahun 1991, beranggotakan lebih kurang 7000 orang dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini PERSALUNY FK YARSI dipimpin oleh dr Efmansyah Iken Lubis, MM, alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun 1987.

“Dari sarasehan ini mendorong peran serta aktif alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dan menghasilkan rekomendasi untuk para stakeholder yang dapat digunakan untuk menurunkan angka stunting ((kekerdilan) di Indonesia, yaitu standarisasi pencegahan dan penanganan kasus stunting oleh dokter yaitu pemantauan ibu hamil, bayi lahir Menghasilkan data stunting yang akurat Alokasi dana untuk pencegahan stunting," ujar Ketua PERSALUNY YARSI, Efmansyah Iken Lubis melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2020).

Berdasarkan data Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 %, sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 %. Angka yang tergolong tinggi ini merupakan suatu ancaman terhadap ketahanan bangsa di masa mendatang.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan masalah stunting. Stunting adalah pekerjaan besar multisektoral baik pemerintah, swasta, pegiat rumah sakit, akademisi dan tokoh agama," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
4 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
5 jam yang lalu
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved