OC dan Komunitas Sepakat Formula E sebagai Ajang Perbaikan Lingkungan
Minggu, 01 Maret 2020 - 11:44 WIB
OC dan Komunitas Sepakat Formula E sebagai Ajang Perbaikan Lingkungan
A
A
A
JAKARTA - Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) balap mobil listrik Formula E Jakarta bersama sejumlah komunitas stakeholder Formula E mengggelar acara Community Gathering Road to Jakarta E-Prix 2020, Sabtu (29/2/2020) malam. Dalam pertemuan yang pertama kalinya itu, formula E disepakati menjadi ajang perbaikan lingkungan.
Deputy Director of Communication and Sustainability Operational Committee (OC) Jakarta E-Prix, Hilbram Dunar, mengatakan, memang sudah saatnya OC bergandengan tangan dengan para stakeholder Formula E. Sebab Formula E bukan sekadar balapan, tapi misi berlomba untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.
"Kami harus menularkan semangat dan filosofi itu saat menggelar Jakarta E-Prix. Itulah mengapa malam ini kami jadikan tonggak bagi OC, komunitas FE, dan penggiat sustainability untuk seiring sejalan melakukan kampanye kendaraan elektrik dan hidup ramah lingkungan," ujar Hibram melalui pesan tertulisnya, Minggu (1/3/2020).
Hibram menjelaskan, sumber energi di dunia dibagi menjadi dua jenis yaitu, renewable (terbarukan) dan non-renewable (tidak terbarukan). Dengan berkurangnya cadangan non-renewable energy seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam maka penggunaan renewable energy, seperti tenaga air, matahari, dan angin harus dimaksimalkan.
Menyadari bahwa cadangan non-renewable energy akan habis dalam waktu 53 tahun ke depan, maka diharapkan Formula E menjadi ajang untuk jenis transportasi masa depan. Ke depan, Hilbram berharap kerja sama ini berkesinambungan dan skalanya terus meningkat.
"Kontrak kami dengan Formula E itu lima tahun. Jadi kita semua harus berpikir ke sana, bahkan lebih terutama bila terkait sustainability," bebernya.
Malam ramah tamah di Restoran Ocha & Bella, Hotel Morissey, Menteng, Jakarta itu dikemas dalam acara talkshow dan menyaksikan Formula E Marrakesh E-Prix dari Maroko. Lantaran Formula E merupakan balapan mobil yang ramah lingkungan, balapan ini gencar pula dalam program sustainability (keberlanjutan)-nya, komunitas yang datang pun dari dua kalangan tersebut.
Beberapa komunitas yang hadir antara lain FE Indonesia Fansite, F1 Community, dan Komunitas Kendaraan Listrik. Sementara dari sustainability di antaranya ada Waste4Change, Teens Go Green Indonesia, Indonesia Indah Foundation, Berani Jaga Bumi Foundation, Cleanaction, serta #SayaPilihBumidan Jakarta Cleanup Day.
Sebagai penggiat hidup ramah lingkungan, Waste4Change akan bertanggung jawab bila dipercaya menangani sampah selama penyelenggaraan Jakarta E-Prix. "Kami akan mengurangi jumlah sampah yang terbuang sia-sia ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Nanti pengunjung dan panitia penyelenggara juga akan mendapatkan laporan berupa data timbulan sampah berdasarkan material dan bagaimana sampah tersebut dikelola," ujar Hana Nur Auliana, Head of Communication and Engagement Waste4Change.
Waste4Change adalah perusahaan pengelolaan sampah yang memberikan jasa pengelolaan dari hulu ke hilir secara bertanggung jawab. Waste4Change berusaha mengurangi timbunan sampah di TPA melalui pemilahan sampah dari sumber, memaksimalkan daur ulang dan pengolahan material organik.
Hana meyakini bahwa Jakarta E-prix merupakan event yang mampu memberikan contoh bagaimana mengelola sampah menjadi lebih bertanggung jawab.
Deputy Director of Communication and Sustainability Operational Committee (OC) Jakarta E-Prix, Hilbram Dunar, mengatakan, memang sudah saatnya OC bergandengan tangan dengan para stakeholder Formula E. Sebab Formula E bukan sekadar balapan, tapi misi berlomba untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.
"Kami harus menularkan semangat dan filosofi itu saat menggelar Jakarta E-Prix. Itulah mengapa malam ini kami jadikan tonggak bagi OC, komunitas FE, dan penggiat sustainability untuk seiring sejalan melakukan kampanye kendaraan elektrik dan hidup ramah lingkungan," ujar Hibram melalui pesan tertulisnya, Minggu (1/3/2020).
Hibram menjelaskan, sumber energi di dunia dibagi menjadi dua jenis yaitu, renewable (terbarukan) dan non-renewable (tidak terbarukan). Dengan berkurangnya cadangan non-renewable energy seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam maka penggunaan renewable energy, seperti tenaga air, matahari, dan angin harus dimaksimalkan.
Menyadari bahwa cadangan non-renewable energy akan habis dalam waktu 53 tahun ke depan, maka diharapkan Formula E menjadi ajang untuk jenis transportasi masa depan. Ke depan, Hilbram berharap kerja sama ini berkesinambungan dan skalanya terus meningkat.
"Kontrak kami dengan Formula E itu lima tahun. Jadi kita semua harus berpikir ke sana, bahkan lebih terutama bila terkait sustainability," bebernya.
Malam ramah tamah di Restoran Ocha & Bella, Hotel Morissey, Menteng, Jakarta itu dikemas dalam acara talkshow dan menyaksikan Formula E Marrakesh E-Prix dari Maroko. Lantaran Formula E merupakan balapan mobil yang ramah lingkungan, balapan ini gencar pula dalam program sustainability (keberlanjutan)-nya, komunitas yang datang pun dari dua kalangan tersebut.
Beberapa komunitas yang hadir antara lain FE Indonesia Fansite, F1 Community, dan Komunitas Kendaraan Listrik. Sementara dari sustainability di antaranya ada Waste4Change, Teens Go Green Indonesia, Indonesia Indah Foundation, Berani Jaga Bumi Foundation, Cleanaction, serta #SayaPilihBumidan Jakarta Cleanup Day.
Sebagai penggiat hidup ramah lingkungan, Waste4Change akan bertanggung jawab bila dipercaya menangani sampah selama penyelenggaraan Jakarta E-Prix. "Kami akan mengurangi jumlah sampah yang terbuang sia-sia ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Nanti pengunjung dan panitia penyelenggara juga akan mendapatkan laporan berupa data timbulan sampah berdasarkan material dan bagaimana sampah tersebut dikelola," ujar Hana Nur Auliana, Head of Communication and Engagement Waste4Change.
Waste4Change adalah perusahaan pengelolaan sampah yang memberikan jasa pengelolaan dari hulu ke hilir secara bertanggung jawab. Waste4Change berusaha mengurangi timbunan sampah di TPA melalui pemilahan sampah dari sumber, memaksimalkan daur ulang dan pengolahan material organik.
Hana meyakini bahwa Jakarta E-prix merupakan event yang mampu memberikan contoh bagaimana mengelola sampah menjadi lebih bertanggung jawab.
(thm)