Safari Ramadan Harus Menyesuaikan Situasi dan Kondisi
Jum'at, 28 Februari 2020 - 14:00 WIB
Safari Ramadan Harus Menyesuaikan Situasi dan Kondisi
A
A
A
BUNGKU - Pemerintah Kabupaten Morowali gelar rapat koordinasi jelang bulan suci Ramadan 1441 H/2020 M, di Aula Kantor Bupati, Rabu (26/2/2020).
Rapat dipimpin Wakil Bupati Morowali Najamudin dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali, Mauludin, Kandepag Morowali Ahmad Hasni, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sukri Matorang, Kabag Kesra Muh Nur Taha, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Wabup Najamudin mengatakan Rapat ini dilaksanakan dalam rangka mengatur strategi menghadapi aktivitas pada bulan Ramadan yang akan datang. "Pertemuan ini merupakan salah satu strategi menyusun rencana kegiatan dibulan suci Ramadhan seperti kegiatan dakwah dan lain sebagainya," ujarnya.
Selain itu, lanjut Mantan Kandepag Poso tersebut, rapat hari ini selain menyusun strategi kegiatan Ramadan, juga sekaligus menyampaikan hasil evaluasi kegiatan Safari Ramadan tahun 2019 lalu.
"Berdasarkan hasil konsultasi dengan Bupati Morowali bahwa dalam penyusunan tim pendamping Safari Ramadan masing-masing OPD harus mempertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi keikutsertaan Safari Ramadan tahun lalu. Apabila ada OPD yang kurang aktif dibulan Ramadan tahun 2019 lalu perlu dipertimbangkan untuk dimasukan dalam SK Bupati terkait pendampingan OPD, begitu juga para Ustadz sehingga ada perhatian khusus bagi yang bersangkutan," tuturnya.
Ia menambahkan, strategi kegiatan dakwah Ramadan tidak lagi dibentuk dua tim akan tetapi disatukan semua menjadi satu tim. Hal ini untuk mempercepat pelaksanaan Safari Ramadan serta dapat mempermudah para pendakwah dalam mengisi setiap masjid dan musala yang tersebar disembilan kecamatan se-Kabupaten Morowali.
"Tim Safari Ramadan 1441 H/2020 M mendatang hanya dibentuk satu tim, sehingga dapat memperlancar pelaksanaan dakwah. Selain itu, materi dakwah Safari Ramadan harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, tanpa mencampurbaurkan dengan materi politik," pungkas Najamudin.
Rapat dipimpin Wakil Bupati Morowali Najamudin dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali, Mauludin, Kandepag Morowali Ahmad Hasni, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sukri Matorang, Kabag Kesra Muh Nur Taha, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Wabup Najamudin mengatakan Rapat ini dilaksanakan dalam rangka mengatur strategi menghadapi aktivitas pada bulan Ramadan yang akan datang. "Pertemuan ini merupakan salah satu strategi menyusun rencana kegiatan dibulan suci Ramadhan seperti kegiatan dakwah dan lain sebagainya," ujarnya.
Selain itu, lanjut Mantan Kandepag Poso tersebut, rapat hari ini selain menyusun strategi kegiatan Ramadan, juga sekaligus menyampaikan hasil evaluasi kegiatan Safari Ramadan tahun 2019 lalu.
"Berdasarkan hasil konsultasi dengan Bupati Morowali bahwa dalam penyusunan tim pendamping Safari Ramadan masing-masing OPD harus mempertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi keikutsertaan Safari Ramadan tahun lalu. Apabila ada OPD yang kurang aktif dibulan Ramadan tahun 2019 lalu perlu dipertimbangkan untuk dimasukan dalam SK Bupati terkait pendampingan OPD, begitu juga para Ustadz sehingga ada perhatian khusus bagi yang bersangkutan," tuturnya.
Ia menambahkan, strategi kegiatan dakwah Ramadan tidak lagi dibentuk dua tim akan tetapi disatukan semua menjadi satu tim. Hal ini untuk mempercepat pelaksanaan Safari Ramadan serta dapat mempermudah para pendakwah dalam mengisi setiap masjid dan musala yang tersebar disembilan kecamatan se-Kabupaten Morowali.
"Tim Safari Ramadan 1441 H/2020 M mendatang hanya dibentuk satu tim, sehingga dapat memperlancar pelaksanaan dakwah. Selain itu, materi dakwah Safari Ramadan harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, tanpa mencampurbaurkan dengan materi politik," pungkas Najamudin.
(alf)