Diterjang Banjir 3,5 Meter, Tembok Pembatas Universitas Borobudur Ambruk
Kamis, 27 Februari 2020 - 08:35 WIB
Diterjang Banjir 3,5 Meter, Tembok Pembatas Universitas Borobudur Ambruk
A
A
A
JAKARTA - Banjir yang melanda Kelurhan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa 25 Februari 2020 membuat tembok pembatas Universitas Borobudur ambruk . Ambruknya tembok pembatas disinyalir akibat tak kuat menahan derasnya air yang mencapai ketinggian 3,5 meter.
Ketua RW 04 Irwan Kurniadi menjelaskan, selain membuat warga harus rela mengungsi, banjir juga membuat tembok pembatas Universitas Borobudur di Jalan Haji Nurul Iman ambruk. Meski begitu, kata dia, kejadian itu tidak mengakibatkan korban jiwa.
"Ambruknya itu Selasa, sekitar pukul 05.00 WIB pas air luapan Kali Sunter lagi deras, tapi enggak ada korban. Ini tembok pembatas aset lahan Universitas Borobudur," kata Irwan di lokasi, Kamis (27/2/2020).
Dia melanjutkan, ambruknya tembok pembatas Universitas Borobudur sudah kali kedua sejak wilayah Cipinang Melayu dilanda banjir. Akibatnya, reruntuhan puing menghalangi akses jalan warga sekitar.
"Waktu tanggal 1 Januari juga ambruk lalu diperbaiki lagi, baru 1,5 bulan dari kejadian pertama," tutur Irwan. (Baca juga: Rumah Roboh Diterjang Banjir, Warga Cipinang Melayu Menanti Bantuan )
Irwan mengatakan, warga sudah meminta pihak Universitas Borobudur untuk membersihkan sisa reruntuhan puing tembok pembatas agar tak lagi menghalangi akses jalan warga.
"Sudah dilaporkan dan akan segera ditangani supaya akases warga tidak terhalang," ujarnya. (Baca juga: Banjir Rendam Cipinang Melayu, 2 Warga Tewas Tersetrum Listrik )
Ketua RW 04 Irwan Kurniadi menjelaskan, selain membuat warga harus rela mengungsi, banjir juga membuat tembok pembatas Universitas Borobudur di Jalan Haji Nurul Iman ambruk. Meski begitu, kata dia, kejadian itu tidak mengakibatkan korban jiwa.
"Ambruknya itu Selasa, sekitar pukul 05.00 WIB pas air luapan Kali Sunter lagi deras, tapi enggak ada korban. Ini tembok pembatas aset lahan Universitas Borobudur," kata Irwan di lokasi, Kamis (27/2/2020).
Dia melanjutkan, ambruknya tembok pembatas Universitas Borobudur sudah kali kedua sejak wilayah Cipinang Melayu dilanda banjir. Akibatnya, reruntuhan puing menghalangi akses jalan warga sekitar.
"Waktu tanggal 1 Januari juga ambruk lalu diperbaiki lagi, baru 1,5 bulan dari kejadian pertama," tutur Irwan. (Baca juga: Rumah Roboh Diterjang Banjir, Warga Cipinang Melayu Menanti Bantuan )
Irwan mengatakan, warga sudah meminta pihak Universitas Borobudur untuk membersihkan sisa reruntuhan puing tembok pembatas agar tak lagi menghalangi akses jalan warga.
"Sudah dilaporkan dan akan segera ditangani supaya akases warga tidak terhalang," ujarnya. (Baca juga: Banjir Rendam Cipinang Melayu, 2 Warga Tewas Tersetrum Listrik )
(mhd)