Rumah Terendam Banjir, Warga Margahayu Minta Dibuatkan Dapur Umum
Selasa, 25 Februari 2020 - 11:33 WIB
Rumah Terendam Banjir, Warga Margahayu Minta Dibuatkan Dapur Umum
A
A
A
BEKASI - Hujan intensitas tinggi sejak pukul 00.30 WIB, Selasa (25/2/2020) dini hari tadi membuat sejumlah wilayah di Kota Bekasi kebanjiran. Salah satunya titik banjir itu berada di Gang Mawar III RT 03/02, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Warga yang bernama Giah (41) mengatakan air mulai masuk permukimannya itu sejak pukul 03.00 WIB. Kondisi semakin parah pada pukul 05.30 WIB hingga memasuki rumah-rumah warga. "Hujan lebatnya itu kan jam 01.30 WIB itu gak berhenti-berhenti," katanya.
Akibat musibah ini, warga terpaksa meninggalkan rumah dan menyelamatkan perabotannya terlebih dahulu. Saat ini Giah sendiri belum mengetahui lokasi pengungsian juga sebagai tempat evakuasi barang berharga dan menyelamatkan ditempat tinggi.
Giah meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat dapur umum. Untuk sementara ini, dia juga membutuhkan bantuan makanan. "Karena enggak bisa masak, ya kami minya dibuatkan dapur umum saja sementara sama pemerintah," imbuhnya.
Ketua RW 02, Bano Supriatna (54) mengatakan jika pihaknya sudah menentukan titik pengungsian sementara bagi warga terdampak banjir. dia mencatat terdapat empat dari lima RT yang terdampak banjir. "Untuk lokasi pengungsian itu sudah ada, di Majelis Ta’lim Nurul Yakin," ujarnya.
Sejauh ini, Bano masih berkeliling untuk membantu warganya yang terdampak banjir. dia sendiri juga telah meminta bala bantuan kepada para relawan banjir agar dapat membantu warga mengevakuasi barang berharganya.
Pantauan di lokasi, depan jalan gang mawar yaitu Jalan RA. Kartini sudah sampai sepinggang orang dewasa. Nampak warga dan para pedagang masih berjibaku menyelamatkan barang-barang berharagnya. Hingga saat ini warga masih kebingungan.
Warga yang bernama Giah (41) mengatakan air mulai masuk permukimannya itu sejak pukul 03.00 WIB. Kondisi semakin parah pada pukul 05.30 WIB hingga memasuki rumah-rumah warga. "Hujan lebatnya itu kan jam 01.30 WIB itu gak berhenti-berhenti," katanya.
Akibat musibah ini, warga terpaksa meninggalkan rumah dan menyelamatkan perabotannya terlebih dahulu. Saat ini Giah sendiri belum mengetahui lokasi pengungsian juga sebagai tempat evakuasi barang berharga dan menyelamatkan ditempat tinggi.
Giah meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat dapur umum. Untuk sementara ini, dia juga membutuhkan bantuan makanan. "Karena enggak bisa masak, ya kami minya dibuatkan dapur umum saja sementara sama pemerintah," imbuhnya.
Ketua RW 02, Bano Supriatna (54) mengatakan jika pihaknya sudah menentukan titik pengungsian sementara bagi warga terdampak banjir. dia mencatat terdapat empat dari lima RT yang terdampak banjir. "Untuk lokasi pengungsian itu sudah ada, di Majelis Ta’lim Nurul Yakin," ujarnya.
Sejauh ini, Bano masih berkeliling untuk membantu warganya yang terdampak banjir. dia sendiri juga telah meminta bala bantuan kepada para relawan banjir agar dapat membantu warga mengevakuasi barang berharganya.
Pantauan di lokasi, depan jalan gang mawar yaitu Jalan RA. Kartini sudah sampai sepinggang orang dewasa. Nampak warga dan para pedagang masih berjibaku menyelamatkan barang-barang berharagnya. Hingga saat ini warga masih kebingungan.
(ysw)