Kali Cibeet Meluap, Ratusan Rumah Warga Cikarang Terendam Banjir
Senin, 24 Februari 2020 - 17:56 WIB
Kali Cibeet Meluap, Ratusan Rumah Warga Cikarang Terendam Banjir
A
A
A
BEKASI - Ratusan warga Kampung Parunglesang RT 1/4, Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (24/2/2020) siang, terpaksa mengungsi setelah tempat tinggalnya terendam banjir . Banjir diakibatkan meluapnya Kali Cibeet .
Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi masih melakukan evakuasi warga dilokasi tersebut."Kami masih melakukan penanganan dilokasi," kata Anggota URC BPBD Kabupaten Bekasi, Sudomo Aris Munandar kepada wartawan Senin (24/2/2020).
Menurut dia, banjir tersebut imbas meluapnya Kali Cibeet akibat curah hujan yang tinggi sejak Minggu, 23 Februari 2020 kemarin serta kiriman air dari hulu. Alhasil, ketinggian banjir di lokasi tersebut antara 30-80 cm."Sementara terdata sebanyak 200 KK terdampak banjir," ujarnya.
Hingga saat ini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan assessmen dan memantau situasi banjir di lokasi. Apalagi, hingga sore hari ini belum ada penurunan debit air dan warga telah mengungsi dibantu tim URC menggunakan perahu karet.
Kemudian untuk penanganan lebih lanjut, anggota URC BPBD Kabupaten Bekasi juga telah berkoordinasi dengan aparatur pemerintah desa setempat dan Muspika Kecamatan Cikarang Pusat."Warga sangat membutuhkan sembako dan tenda evakuasi," ujarnya. (Baca: 21 Desa di 13 Kecamatan Kabupaten Bekasi Terendam Banjir)
Diberitakan sebelumnya, Hujan yang terus mengguyur sejak Sabtu (22/2) hingga Senin (24/2/2020) membuat banjir makin meluas di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya tercatat 13 kecamatan, kini bertambah menjadi 14 kecamatan yakni Kecamatan Cikarang Pusat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya mengatakan, ada 22 desa/kelurahan yang berada di 14 kecamatan mengalami banjir."Banjir yang menerjang wilayah itu mulai dari sedang hingga parah," katanya.
Menurut dia, anggota sudah berada dilokasi banjir memantau situasi banjir di sejumlah titik untuk melakukan assesment dan membantu proses evakuasi warga dengan berkoordinasi bersama unsur kepolisian, TNI, kecamatan, destana, relawan dan warga setempat.
Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi masih melakukan evakuasi warga dilokasi tersebut."Kami masih melakukan penanganan dilokasi," kata Anggota URC BPBD Kabupaten Bekasi, Sudomo Aris Munandar kepada wartawan Senin (24/2/2020).
Menurut dia, banjir tersebut imbas meluapnya Kali Cibeet akibat curah hujan yang tinggi sejak Minggu, 23 Februari 2020 kemarin serta kiriman air dari hulu. Alhasil, ketinggian banjir di lokasi tersebut antara 30-80 cm."Sementara terdata sebanyak 200 KK terdampak banjir," ujarnya.
Hingga saat ini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan assessmen dan memantau situasi banjir di lokasi. Apalagi, hingga sore hari ini belum ada penurunan debit air dan warga telah mengungsi dibantu tim URC menggunakan perahu karet.
Kemudian untuk penanganan lebih lanjut, anggota URC BPBD Kabupaten Bekasi juga telah berkoordinasi dengan aparatur pemerintah desa setempat dan Muspika Kecamatan Cikarang Pusat."Warga sangat membutuhkan sembako dan tenda evakuasi," ujarnya. (Baca: 21 Desa di 13 Kecamatan Kabupaten Bekasi Terendam Banjir)
Diberitakan sebelumnya, Hujan yang terus mengguyur sejak Sabtu (22/2) hingga Senin (24/2/2020) membuat banjir makin meluas di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya tercatat 13 kecamatan, kini bertambah menjadi 14 kecamatan yakni Kecamatan Cikarang Pusat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya mengatakan, ada 22 desa/kelurahan yang berada di 14 kecamatan mengalami banjir."Banjir yang menerjang wilayah itu mulai dari sedang hingga parah," katanya.
Menurut dia, anggota sudah berada dilokasi banjir memantau situasi banjir di sejumlah titik untuk melakukan assesment dan membantu proses evakuasi warga dengan berkoordinasi bersama unsur kepolisian, TNI, kecamatan, destana, relawan dan warga setempat.
(whb)