Pemkot Bogor Tunggu Sikap Pemerintah Terkait Trem dari Belanda

Selasa, 18 Februari 2020 - 04:36 WIB
Pemkot Bogor Tunggu...
Pemkot Bogor Tunggu Sikap Pemerintah Terkait Trem dari Belanda
A A A
BOGOR - Rencana penyelenggaraan transportasi massal berbasis rel di pusat Kota Bogor masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan Badan Penyelenggaraan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), khususnya menyangkut pengadaan armada yang bakal didatangkan dari negara Belanda.

"Jadi pihak Belanda sendiri masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan RI terkait diambil tidaknya hibah trem dari Utrecht ini. Kota Bogor menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Perhubungan dan BPTJ sebagai executing agency untuk keputusan akhirnya," ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Senin (17/2/2020).

(Baca juga: Pembangunan MRT Bundaran HI-Harmoni Tidak Akan Ganggu Lalu Lintas)

Dia menyebutkan, sempat beberapa melakukan pertemuan terkait hibah trem asal Belanda ini, bahkan dalam pertemuan terakhir dengan Atase Perhubungan di Den Haag yang mengutus Konsultan Ahli Kelaikan Trem Mr Leo Haring dan Mr Han Harland juga sempat dibahas pada Minggu 16 Februari 2020.

Rencana hibah trem ini kata Dedie, memiliki batas waktu hingga Juni 2020. Menurutnya, jika pihak Kemenhub dan BPTJ belum memberikan keputusan hingga batas waktu yang telah ditentukan, maka rencana hibah trem dari Belanda itu pun akan dibatalkan.

"Mengingat, ada tenggat waktu yang membatasi mereka terkait rencana penggantian trem disana. Batas waktunya Juni 2020. Jika tidak ada keputusan hingga bulan Juni nanti, maka secara otomatis rencana hibah trem untuk Kota Bogor batal," jelasnya.

Namun demikian kata dia, Pemkot tidak terlalu khawatir jika hibah trem dari Belanda tidak jadi terealisasi. Dedie mengaku telah memiliki alternatif lain jika pihak Kemenhub dan BPTJ tidak memberikan keputusan.

"Pemkot Bogor telah memiliki alternatif lain bila tidak mendapat unit hibah trem dari Belanda. Skema lain itu adalah dengan menggunakan produk trem buatan dalam negeri dari PT INKA," terang Dedie.

Sebagai informasi, Raja Belanda akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 10 Maret 2020 mendatang. Pada kunjungannya nanti, Raja Belanda dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan dengan Presiden RI, Joko Widodo di Istana Bogor. Dalam salah satu agendanya nanti akan membahas kerja sama transportasi.
(maf)
Berita Terkait
Gabungkan Teknologi...
Gabungkan Teknologi Digital, Sistem Armada Berbasis ABT Diperkenalkan
Pemkot Bogor Cari Pemodal...
Pemkot Bogor Cari Pemodal untuk Wujudkan Transportasi Massal Trem
ASSA Kejar Peluang Bisnis...
ASSA Kejar Peluang Bisnis Mobilitas dan Logistik
Biskita Trans Pakuan,...
Biskita Trans Pakuan, Pemkot Bogor Bakal Berikan Tarif Menarik untuk ASN hingga Pelajar
Ini Alternatif Transportasi...
Ini Alternatif Transportasi dari Bogor ke Jakarta selain KRL Commuter Line
Sekda Syarifah Target...
Sekda Syarifah Target Tuntaskan Masalah Transportasi Kota Bogor dalam 3 Tahun
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
58 menit yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
3 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
3 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
3 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved