Hadapi Hujan Ekstrem, Anies: DKI Siaga, Petugas Bersiap, Warga Perlu Antisipasi
Minggu, 09 Februari 2020 - 18:39 WIB
Hadapi Hujan Ekstrem, Anies: DKI Siaga, Petugas Bersiap, Warga Perlu Antisipasi
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta belum juga memiliki solusi untuk mengatasi genangan atau banjir yang terjadi beberapa belakangan ini di wilayahnya. Kesiapsiagaan pompa dan penyediaan kebutuhan pokok masih menjadi jurus jitu penanganan DKI dalam mengatasi genangan/banjir.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ramalan cuaca di berbagai wilayah di Indonesia mengalami hujan cukup deras. Jakarta tidak terkecuali.
Menurutnya, Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari mengalami hujan ekstrem dengan kapasitas sampai 244 milimeter. "Hujan disebut lebat di antara 50-100 milimeter. Disebut sangat lebat bila 100-150 milimeter dan disebut ekstrem bila di atas 150 milimeter. Kemarin itu 240 milimeter, jadi kita mengalami cuaca yang sangat ekstrem," ujar Anies di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (9/2).
Dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem, Pemprov DKI telah menyiagakan seluruh jajaran terkait dengan pengendalian hujan sekaligus memastikan semua infrastruktur baik petugas ataupun alat-alat dapat dikendalikan dengan baik khususnya di lokasi yang amat intensif.
Kemudian, Jakarta juga merupakan kawasan pesisir sehingga curah hujan yang tinggi di kawasan hulu membawa air dengan volume cukup besar ke kawasan pesisir. Diketahui, pintu air pada Sabtu (8/2) mengalami peningkatan status kesiagaan.
"Ke depan kita selalu siaga, semua petugas bersiap, dan kita berharap seluruh masyarakat mengantisipasi karena curah hujan yang ekstrem," kata Anies. (Baca juga: 23 Kecamatan di Jakarta Terdampak Banjir, 2.867 Jiwa Mengungsi)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ramalan cuaca di berbagai wilayah di Indonesia mengalami hujan cukup deras. Jakarta tidak terkecuali.
Menurutnya, Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari mengalami hujan ekstrem dengan kapasitas sampai 244 milimeter. "Hujan disebut lebat di antara 50-100 milimeter. Disebut sangat lebat bila 100-150 milimeter dan disebut ekstrem bila di atas 150 milimeter. Kemarin itu 240 milimeter, jadi kita mengalami cuaca yang sangat ekstrem," ujar Anies di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (9/2).
Dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem, Pemprov DKI telah menyiagakan seluruh jajaran terkait dengan pengendalian hujan sekaligus memastikan semua infrastruktur baik petugas ataupun alat-alat dapat dikendalikan dengan baik khususnya di lokasi yang amat intensif.
Kemudian, Jakarta juga merupakan kawasan pesisir sehingga curah hujan yang tinggi di kawasan hulu membawa air dengan volume cukup besar ke kawasan pesisir. Diketahui, pintu air pada Sabtu (8/2) mengalami peningkatan status kesiagaan.
"Ke depan kita selalu siaga, semua petugas bersiap, dan kita berharap seluruh masyarakat mengantisipasi karena curah hujan yang ekstrem," kata Anies. (Baca juga: 23 Kecamatan di Jakarta Terdampak Banjir, 2.867 Jiwa Mengungsi)
(jon)