Lama Dipajang di TMII, Kereta Uap Kuno Ini Bisa Hidup Lagi

Kamis, 06 Februari 2020 - 19:24 WIB
Lama Dipajang di TMII,...
Lama Dipajang di TMII, Kereta Uap Kuno Ini Bisa Hidup Lagi
A A A
SOLO - Kereta uap kuno yang selama ini dipajang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akhirnya bisa dihidupkan kembali setelah menjalani perbaikan sekitar 1 tahun di Balaiyasa Yogyakarta.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menduetkan kereta buatan Jerman jenis D4HD1410 ini dengan Kereta Jaladara guna mendukung pariwisata di Kota Solo. Kereta berangkat dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta sekitar pukul 09.25 WIB menuju Stasiun Purwosari Solo. Malam sebelumnya, kereta keluar dari Balaiyasa. (Baca juga: Kereta Api Uap Jaladara, Transportasi Unik Kota Solo)
Lama Dipajang di TMII, Kereta Uap Kuno Ini Bisa Hidup Lagi

Kereta berjalan sendiri hingga Stasiun Ceper, Klaten. Ketika melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Purwosari Solo, kereta dibantu didorong karena untuk pemanasan membutuhkan 2-3 jam. "Biar cepat saja karena perjalanannya cukup panjang. Kami harus nambah air lagi di Klaten dan menunggu pemanasan," kata Kepala KAI Daerah Operasional VI Yogyakarta, Eko Purwanto usai mengantar langsung kereta uap D4HD1410 di Stasiun Purwosari, Solo, Kamis sore (6/2/2020).

Kereta kuno ini tiba di Stasiun Purwosari sekitar pukul 15.30 WIB. Eko menjelaskan bahwa pada prinsipnya, restorasi kereta berhasil dengan kemampuan sendiri. Lokomotif kini siap untuk memperkuat kereta wisata Jaladara di Kota Solo. Proses restorasi, diakui Eko cukup panjang karena teknologinya memakai uap. Termasuk boiler, dan ketel harus dipastikan dengan dibawa ke metalogi dan dinyatakan aman dengan tekanan kerja yang telah ditentukan.

Sebelum dikirim ke Solo, sebelumnya telah dilakukan ujicoba di Balaiyasa Yogyakarta. Untuk sparepart, untuk sementara dicarikan persamaan dari lokomotif uap lainnya.

Namun ada juga yang harus dipesankan di dalam negeri mengingat produk pabrikannya sudah tidak ada. Kereta uap jenis D4HD1410 pernah beroperasi di wilayah Jawa Barat, dan terakhir sebelum dibawa ke Solo berada di TMII. Kereta ini terakhir beroperasi sekitar tahun 1958 silam. Sedangkan pertama kali beroperasi sekitar tahun 1923. Setelah kembali dihidupkan, selanjutnya akan dipakai untuk mendukung pariwisata di Kota Solo berdampingan dengan kereta Jaladara. “Nilai historinya cukup besar,” urainya.

Setelah kereta uap jenis D4HD1410 selesai digarap, satu kereta lainnya yang dibawa bersama sama ke Solo giliran akan diperbaiki. Namun hal itu perlu perencanaan dan evaluasi terlebih dahulu.
(shf)
Berita Terkait
Stasiun Lempuyangan...
Stasiun Lempuyangan dan Purwosari Tak Layani Perjalanan KA Jarak Jauh
Berikut Daftar Tarif...
Berikut Daftar Tarif KRL Yogyakarta-Solo, Hari Ini Uji Coba dengan Penumpang
Tiket Kereta Mudik Lebaran...
Tiket Kereta Mudik Lebaran Masih Banyak, Yogya-Solo Jadi Rute Favorit
KA Bengawan Relasi Purwosari-Pasar...
KA Bengawan Relasi Purwosari-Pasar Senen Kembali Beroperasi
KRL Yogya-Solo Resmi...
KRL Yogya-Solo Resmi Beroperasi 10 Februari 2021
Geger, Penumpang Asal...
Geger, Penumpang Asal Sukoharjo Melahirkan di Stasiun Tugu Yogyakarta
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
2 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
2 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
3 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
3 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
4 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
6 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved