Antraks Meluas, Pemda Diminta Tutup Sementara Pasar Hewan Siyono dan Munggi

Kamis, 30 Januari 2020 - 16:18 WIB
Antraks Meluas, Pemda...
Antraks Meluas, Pemda Diminta Tutup Sementara Pasar Hewan Siyono dan Munggi
A A A
GUNUNGKIDUL - Kasus hewan ternak mati akibat antraks hingga kini masih terus terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Penyebaran antraks pun hingga kini masih menjadi catatan serius dan belum ada langkah konkrit untuk mengisolasi wilayah tersebut. Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Supriyadi mengungkapkan, keseriusan Pemkab untuk menangani antraks di Gunungkidul masih menjadi pertanyaan besar bagi DPRD. Ini dibuktikan dengan langkah antisipasi yang tidak sistemik.

"Kami mendesak untuk dilakukan penutupan sementara pasar hewan," katanya kepada SINDOnews, Kamis (30/1/2020). (Baca: Waspada! Sebanyak 30 Warga Gunungkidul Positif Terpapar Virus Antraks)

Dijelaskannya, penutupan pasar ini bukanlah untuk mematikan jalur ekonomi melalui perdagangan ternak. Namun lebih pada upaya isolasi agar antraks tidak menyebar." Sekarang setiap hari terjadi informasi hewan ternak mati mendadak. Kemudian untuk manusia juga bertambah dan sudah di empat kecamatan. Itu salah satu bukti isolasi menjadi tanda tanya besar," kata politisi PAN ini.

Menurut Supriyadi dengan penutupan pasar, maka kalau lintas ternak mudah dipantau. Pedagang dan petani tidak lagi menjual ternak karena memang tidak ada pasar." Nah ini kesempatan sterilisasi atau pemberian obat anti antraks di pasar dan di lingkungan," papar dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, setelah dilakukan penutupan pasar sementara, akan terlihat persebaran antraks tersebut. "Ini wajib dilakukan, kalau pasar tidsk ditutup, sulit dikendalikan penyebaran antraks ini," lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, pihaknya memang menerima masukan untuk penutupan sementara pasar hewan. Saat ini koordinasi untuk rencana penutupan masih dilakukan." Kita kaji mendalam, namun ini menjadi salah satu langkah antisipasi persebaran," ungkapnya.

Dilanjutkannya, setelah dilakukan penutupan pasar hewan akan diberikan formalin, termasuk akan diteliti bakteri antraks di lokasi pasar hewan baik di Siyono, Logandeng, maupun di Pasar Munggi yang menjadi dua pasar besar hewan di Gunungkidul. "Dua pasar ini akan disemprot formalin," lanjutnya.

Selain itu, Kelik mengungkapkan akan dilakukan betonisasi areal antraks termasuk lokasi dikuburkan hewan ternak di Gunungkidul.
(sms)
Berita Terkait
Kasusnya Sebabkan 1...
Kasusnya Sebabkan 1 Pasien di Yogyakarta Meninggal, Ini Alasan Antraks Dapat Mematikan
1 Warga DIY Tewas dan...
1 Warga DIY Tewas dan 53 Suspect Antraks Gara-gara Daging Sapi dan Kambing Mati Dikonsumsi
Apakah Penyakit Antraks...
Apakah Penyakit Antraks Bisa Menular Lewat Tanah? Simak Penjelasannya
Positif Antraks, 1 Warga...
Positif Antraks, 1 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Puluhan Warga DIY Suspect...
Puluhan Warga DIY Suspect Antraks, 1 Meninggal Dunia
Gunungkidul Lockdown...
Gunungkidul Lockdown Antraks, Hewan Masuk Wajib Keterangan Sehat
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
44 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved