Pasar Ekstrim Tomohon Disorot, Ketua ICA Sulut: Itu Propaganda Murahan

Selasa, 28 Januari 2020 - 19:24 WIB
Pasar Ekstrim Tomohon...
Pasar Ekstrim Tomohon Disorot, Ketua ICA Sulut: Itu Propaganda Murahan
A A A
MANADO - Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Indonesian Chef Association (ICA) Provinsi Sulawesi Utara, Jeanli Wangke mengaku gerah dengan banyaknya pemberitaan media yang terus menyorot pasar ekstrim Kota Tomohon.

“Jadi gini, terkait dengan virus, sebagai Ketua Indonesian Chef Association, saya benar-benar kesal dengan pemberitaan online yang rada menyudutkan wisata kuliner Tomohon. Artinya kalau gak mengerti apa-apa yah jangan bahas,”ujarnya, Selasa (28/1/2020).

Kata Jeanli, mending fokus saja terhadap bagaimana gerakan pemerintah mengatasi virus ini dari tindakan preventif dan tindakan lain-lain agar supaya masyarakat tidak resah.

“Saya sangat tidak sepakat ada yang menyinggung pasar ekstrim Tomohon dikaitkan dengan asal virus. Itu tuduhan mengada-ada saya pikir, alias ngawur. Jika seandainya saya bilang ‘misalnya’ bahwa ini juga bagian dari politik negara-negara besar yang sengaja menciptakan virus dan menyerang China. Ini disebabkan oleh karena China kelihatan besar dan menguasai berbagai aspek. Apakah itu etics?,”ujarnya.

Ditegaskan, dia asli Minahasa dan seorang chef dan orang Manado asli. Dia makan dan masak binatang ekstrim ini sudah sejak kecil bersama keluarga besar dan tidak pernah terkena kuman bakteri bahkan virus dan lain-lain.

“Bagaimana kalau saya bilang virus yang sengaja diciptakan kemudian disuntikan kepada binatang ini di semua pasar di Wuhan, apakah ini diselidiki?,”tantanganya.

Executive Chef Sutanraja Hotel Manado mengatakan, sepengetahuannya dari dulu di beberapa daerah di Jawa, Papua, Kalimantan juga makan binatang ini, dan aman-aman saja.

“Saya kesal membaca berita yang terlalu mengada-ada kayak gini. Karena itu saya ngomong ke satgas bahwa ini propaganda murahan dari sekelompok orang yang tidak mengerti apa-apa tentang daerah saya,”tandasnya.

Mestinya kata dia, masyarakat harus mengerti soal Sulut. Begitu juga paham bahwa setiap daerah di Indonesia itu punya kearifan lokal dan jangan ganggu kearifan lokal tersebut dengan hal-hal yang sekiranya akan merusak aspek keseluruhan termasuk pariwisata. “Rakyat Minahasa bisa marah mas,”pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Wabah Virus Corona Munculkan...
Wabah Virus Corona Munculkan Solusi Virtual Exhibition
Kemendagri Minta Pemda...
Kemendagri Minta Pemda Serius Tangani Wabah Virus Corona
Kemendagri: Pemda Harus...
Kemendagri: Pemda Harus Serius Tangani Wabah Virus Corona
Pasar Notebook Dunia...
Pasar Notebook Dunia Tak Terpengaruh Wabah Virus Corona
BSI Galang Bantuan untuk...
BSI Galang Bantuan untuk Donasi Wabah Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Italia Terjadi Sejak Januari
Berita Terkini
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
12 menit yang lalu
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
1 jam yang lalu
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
1 jam yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
1 jam yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
4 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Anggito Abimanyu,...
Profil Anggito Abimanyu, Ketua LPS yang Didukung Menkeu Purbaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved