Kemenkes Tetapkan Pengawasan Bagi Turis China Diduga Suspect Corona di Papua Barat

Selasa, 28 Januari 2020 - 12:46 WIB
Kemenkes Tetapkan Pengawasan...
Kemenkes Tetapkan Pengawasan Bagi Turis China Diduga Suspect Corona di Papua Barat
A A A
SORONG - Yee Ping (39), Wisatawan asal China yang diduga suspect virus Corona, dan masih dalam perawatan intensif di ruangan isolasi RSUD Sele Be Solu, kota Sorong, sejak 25 Januari 2020 lalu, kini berstatus dalam pengawasan. Status dalam pengawasan tersebut diberikan oleh Komisi Ahli (Komli) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (Baca: Virus Corona Merebak, 20 Turis China Sambangi Raja Ampat Gunakan Pesawat Carter)

Diketahui, Yee Ping berasal dari Kota Kunming China, dan pernah bekerja di Kota Hunnan China, selama 7 hari. Selanjunya pada 20 Januari 2020, Yee Ping menuju Hongkong, dari Hongkong, Yee Ping melanjutkan penerbangan bersama 19 teman lainnya ke Jakarta.

Mereka tiba di Jakarta tanggal 21 Januari 2020. Kemudian dari Jakarta mereka melakukan tour wisata ke kabupaten Raja Ampat, Papua Barat melalui Bandara Dominic Eduard Osok, kota Sorong, dan tiba pada tanggal 22 Januari lalu.

Untuk melakukan penanganan terhadap Yee Ping, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat serta tim dokter dari RS Sele Be Solu kota Sorong terus melakukan penanganan, dan juga koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami terus melakukan penanganan secara khusus terhadap yang bersangkutan, selain itu sejak tadi malam, kami terus melakukan kordinasi dengan Komli di Jakarta, memang dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan dua hal, yakni YP tidak ada riwayat kontak dan pasien, juga tidak mengalami sesak napas, namun pihak Komli menetapkan Yee Ping berstatus pengawasan,” kata dr Normawati, Kabid Pengendalian dan pencegahan penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Menurut dr Normawati, saat dilakukan pemeriksaan awal, Yee Ping terdeteksi mengalami suhu demam 28, 5 derajat Celcius, saat pertama kali masuk ke rumah sakit Pertamina kota Sorong pada 25 Januari 2020 lalu. Pasien Yee Ping juga saat diperiksa mempunyai kondisi obesitas dengan berat badan 120 Kilogram.

Dengan alasan ketersediaan ruangan isolasi, Yee Ping kemudian dipindahkan ke rumah sakit Sele Be Solu, dan saat ini berada di dalam ruangan isolasi serta dalam pengawasan khusus tim dokter.

“Pasien juga setelah dilakukan pemeriksaan awal, ditemukan mengalami obesitas dengan berat badan 120 kilogram. Komisi Ahli akhirnya memberikan kriteria dalam pengawasan. YP seharusnya masuk isolasi rumah namun dengan berbagai pertimbangan, maka diputuskan diisolasi di rumah sakit,” terang dr Normawati.

“Kita juga melakukan pemeriksaan suhu badan kepada 19 rekan YP yang juga merupakan wisatawan yang hendak melakukan trip ke Raja Ampat, rekan-rekan YP dari hasil pemeriksaan semuanya normal,” pungkas dr Normawati.
(sms)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
WHO: Pasar Wuhan Punya...
WHO: Pasar Wuhan Punya Peran dalam Wabah Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Wuhan Sudah Tes Virus...
Wuhan Sudah Tes Virus Corona untuk 3 Juta Warga Sejak April
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
4 jam yang lalu
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
5 jam yang lalu
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
5 jam yang lalu
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
7 jam yang lalu
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
8 jam yang lalu
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
8 jam yang lalu
Infografis
Inilah Tiga Vaksin Corona...
Inilah Tiga Vaksin Corona dari China yang akan Digunakan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved