Empat Warga Sultra Disandera Abu Sayyaf, Ini Harapan Keluarga ke Pemerintah

Selasa, 21 Januari 2020 - 20:53 WIB
Empat Warga Sultra Disandera...
Empat Warga Sultra Disandera Abu Sayyaf, Ini Harapan Keluarga ke Pemerintah
A A A
BUTON - Kelompok militan Abu Sayyaf kembali menyandera lima orang warga negara Indonesia (WNI). Perinciannya, empat sandera merupakan warga Sulawesi Tenggara (Sultra), satu dari Kabupaten Buton dan tiga lainnya dari Kabupaten Wakatobi.

Sementara itu, keluarga korban sandera Abu Sayyaf yang berada di Kabupaten Buton hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah bisa membebaskan keluarganya.

Salah satu keluarga korban sandera Abu Sayyaf, La Baa, yang berada di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, terkejut dan hanya bisa pasrah anggiota keluarganya telah disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Malaysia, Kamis (16/1/2020).

"Keluarga mengharapkan bantuan pemerintah pusat agar La Baa dapat segera di bebaskan dan pulang ke kampung halamannya dengan selamat," kata salah satu kerabatnya.

Keluarga korban sandera mengetahui La Baa telah disandera setelah diberitahu dari seorang babinsa desa Kalemanta, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton. Setelah mendengar La Baa disandera kelompok Abu Sayyaf, kedua orang tua korban sandera yang berada di Buton terkejut dan shock.

Keluarga korban sandera La Baa kebingungan untuk mencari bantuan agar anggota keluarganya bisa dibebaskan. "Saat ini keluarga korban sandera Abu Sayyaf, La Baa, telah mengurus membuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik La Baa.

Waini, kakak korban sandera Abu Sayyaf mengatakan, keluarga telah mengetahui adiknya disandera kelompok Abu Sayyaf dari temannya La Baa sendiri dan juga dari babinsa.

Keluarga mengaku sangat terkejut saat mendengar adiknya disandera di Philipina. Waini meminta bantuan kepada pemerintah pusat agar adiknya segera dibebaskan. "La Baa telah pergi merantau sejak Juli 2019 dan langsung berlayar ke Malaysia," terangnya.

Menurut keluarga, La Baa di Malaysia bekerja sebagai nelayan di kapal ikan di perusahaan ikan di Malaysia. Setelah bekerja di Malaysia, baru dua kali ia mengirimkan gajinya kepada keluarganya.
(pur)
Berita Terkait
Antisipasi Penculikan...
Antisipasi Penculikan Anak, Polisi dan Linmas Dikerahkan Jaga Sekolah
Korban Penculikan Diajak...
Korban Penculikan Diajak Keliling dan Tidur di Masjid oleh Pelaku
Bocah 9 Tahun di Bogor...
Bocah 9 Tahun di Bogor Jadi Korban Percobaan Penculikan, Ditawari Pelaku Uang hingga Dibekap
Terprovokasi Isu Penculikan...
Terprovokasi Isu Penculikan Anak, Seorang Wanita di Sorong Tewas Dibakar Warga
Polres Asahan Berhasil...
Polres Asahan Berhasil Temukan ABG Korban Penculikan, 1 Tersangka Diamankan
Pelepasan Jenazah Korban...
Pelepasan Jenazah Korban Isu Penculikan Anak di Sorong
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
31 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
1 jam yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
2 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved