Pernah Kerja di Laundry, Mahasiswi Cantik Ini Akhirnya Jadi Lulusan Terbaik FKH IPB University

Rabu, 15 Januari 2020 - 11:22 WIB
Pernah Kerja di Laundry,...
Pernah Kerja di Laundry, Mahasiswi Cantik Ini Akhirnya Jadi Lulusan Terbaik FKH IPB University
A A A
BOGOR - Prestasi bukanlah sebuah kebetulan dan impian tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa kerja keras. Kalimat bijak ini pantas dijadikan pegangan Spirlee Anesta Sanas, lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University yang diwisuda pada Rabu (15/1/2020). Dia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78.

Di balik capaian prestasi yang ditorehkannya, banyak rintangan dan kerja keras yang dilewatinya. "Banyak perjuangan heroik yang saya alami saat kuliah di IPB University di antaranya harus pandai membagi waktu antara bekerja dan menyelesaikan skripsi," ujar Spirlee.

Mulai dari masalah ekonomi yang dialami keluarga saat akhir masa studi dan banyak lagi. "Sehingga saat itu akhirnya saya harus bekerja part time untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kuliah. Mulai dari magang di klinik, agen pemasar, berjualan roti, hingga bekerja di tempat laundry sembari menyusun skripsi," kata lulusan SMAN 1 Madiun yang masuk IPB University melalui jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 ini.

Selama mengambil studi Kedokteran Hewan di IPB University, dia menyadari profesi dokter hewan memiliki peran strategis untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. Fakultas ini benar-benar menitikberatkan pada kemampuan praktikal dalam menangani hewan tanpa mengesampingkan kemampuan intelegensia. “Tentu saja diperlukan kerja sama antarberbagai disiplin ilmu untuk mewujudkannya tidak hanya kesejahteraan hewan, namun juga kesejahteraan manusia itu sendiri," ungkapnya.

Awalnya Spirlee bekerja paruh waktu untuk membayar biaya tempat tinggal. Dia bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko roti setiap sore dengan upah Rp750.000 per bulan. Dia juga pernah bekerja di tempat laundry sebagai penyetrika dan penjaga kasir. Saat yang sama, Spirlee berjuang membagi waktunya menyelesaikan skripsi di perpustakaan yang menyediakan komputer karena laptopnya sedang bermasalah.

"Alhamdulillah saya lulus 9 Juli 2019, dua minggu sebelum pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) semester IX. Waktu itu saya tidak pulang ke kampung saat Lebaran. Sewaktu tidak pulang Lebaran saya kerja di klinik. Lumayan untuk menambah pemasukan," ujarnya.

Perjuangan Spirlee juga tidak lepas dari perjuangan orangtuanya yang selama kuliah selalu berusaha memenuhi kebutuhan Spirlee. Walaupun orangtuanya harus meminjam sana-sini. Spirlee adalah sarjana pertama di keluarganya karena dahulu orangtuanya sempat kuliah namun tidak selesai karena masalah biaya juga.

Saat ini Spirlee bekerja di salah satu perusahaan swasta sambil mengumpulkan biaya yang cukup untuk mengambil pendidikan Profesi Kedokteran Hewan. Dia bekerja di Klinik Autis yang bertugas memberikan terapi anak-anak autis agar dapat melakukan aktivitas sesuai standar yang ada di masyarakat. "Dengan bekerja di tempat tersebut dapat mengajarkannya untuk senantiasa bersyukur dan melatih kesabaran serta berempati lebih mendalam," ujarnya.
(jon)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
2 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
2 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
4 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
4 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
5 jam yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
16 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved