Pemkab Bogor Siapkan Pemukiman Baru bagi Warga Korban Longsor di Sukajaya

Minggu, 12 Januari 2020 - 16:05 WIB
Pemkab Bogor Siapkan...
Pemkab Bogor Siapkan Pemukiman Baru bagi Warga Korban Longsor di Sukajaya
A A A
BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, instruksi dari presiden sudah jelas bahwa masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Sukajaya, harus dipindahkan, karena sudah tak mungkin lagi tinggal di kawasan rawan bencana.
"Soal itu (relokasi), beliau (presiden) menyarankan dan sudah dipersiapkan untuk relokasi bagi masyarakat yang rumahnya tidak tertolong," ujarnya, Minggu (12/1/2020).

Terkait dengan itu, Pemkab Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang sedang mengidentifikasi lokasi yang aman untuk tempat relokasi warga. Nantinya tidak semua warga direlokasi. Bagi warga yang masih aman untuk menetap di rumah lama, maka tidak ikut di data. "Hanya rumah yang terkubur, rusak parah dan berada di tanah yang tidak stabil yang harus segera direlokasi," ujarnya.

Saat ini sedang dilakukan pendataan berapa rumah yang harus direlokasi dan diperbaiki. Nantinya akan ada penilaian tersendiri. Di samping itu, kebutuhan bantuan masyarakat yang terdampak bencana juga harus terpenuhi. Meskipun bantuan silih berganti datang ke lokasi.

"Kita harus paham merelokasi itu tidak mudah karena harus memindahkan orang. Tentunya ini yang harus kita sosialisasikan dulu ke masyarakat. Setelah itu kita carikan lokasi-lokasi yang memang ada dan yang tidak berbahaya," pungkasnya.

Di sisi lain, pascabencana longsor dan banjir yang terjadi pada 1 Januari 2020 lalu, para pengungsi di Kabupaten Bogor mulai terserang berbagai penyakit gatal dan diare. Lokasi pengungsian dan curah hujan yang terus mengguyur menjadi faktor utama menularnya penyakit tersebut. Berdasarkan data tim medis di posko pengungsian PT PLN, dalam sehari ada 47 pasien yang berobat di sana.

Tim Dokter PT PLN Dodi Nugraha menuturkan, akses air bersih yang tidak didapatkan warga hingga saat ini, khawatir membuat warga yang terkena penyakit diare makin bertambah.

"Yang jelas mereka banyak yang diare dan gatal-gatal karena tidak ada air bersih. Ini kalau terus seperti ini, khawatir makin banyak," ujarnya, Minggu (12/2/2020).

Saat ini, pihaknya hanya bisa memberikan bantuan obat-obatan bagi pasien yang sudah dalam kondisi yang baik. "Mereka berobat, ya pasti kita kasih obat. Semoga kondisi seperti ini tidak berlarut-larut agar warga bisa mendapatkan air bersih dan kembali ke aktifitas seperti biasa," tandasnya.

(thm)
Berita Terkait
Banjir Bandang dan Tanah...
Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Bogor, 1 Orang Tewas den 172 Orang Mengungsi
Korban Tewas Tanah Longsor...
Korban Tewas Tanah Longsor di Dramaga Bogor Ternyata Pasangan Suami Istri
Medan Tak Kondusif,...
Medan Tak Kondusif, Pencarian Korban Longsor Bogor Dilanjutkan Besok
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Bogor
Longsor Akibat Hujan...
Longsor Akibat Hujan Deras Terjang Dua Rumah Warga di Kabupaten Bogor
Belasan Rumah Diterjang...
Belasan Rumah Diterjang Banjir dan Longsor di Bogor, Satu Warga Tewas Tertimbun
Berita Terkini
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
39 menit yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
1 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
4 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
4 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
7 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved