BNPB Sebut Seluruh Pengungsi di Jabodetabek Sudah Kembali ke Rumahnya
Minggu, 12 Januari 2020 - 10:51 WIB
BNPB Sebut Seluruh Pengungsi di Jabodetabek Sudah Kembali ke Rumahnya
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan rekapitulasi data dampak banjir Jabodetabek dan Lebak yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, saat ini seluruh warga yang berada di pengungsian sudah kembali ke rumahnya sejak Sabtu 11 Januari 2020.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan, Sabtu, 11 Januari 2020 pukul 06.00 WIB menunjukkan tujuh wilayah sudah tidak ada pengungsi. Wilayah yang tidak ada pengungsi, seperti Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kota Bogor. (Baca: Korban Meninggal Akibat Banjir Bertambah Jadi 67 Orang dan 1 Hilang)
"Jumlah pengungsian tertinggi berada di Kabupaten Bogor sejumlah 15.003 jiwa dan yang terendah di Jakarta Timur," kata Agus kepada wartawan, Minggu (12/1/2020).
Sementara itu, pada Jumat malam, 10 Januari 2020 BNPB mendistribusikan bantuan peralatan untuk membantu distribusi logistik dan penyebrangan di Kabupaten Bogor dan Provinsi Banten. Masing-masing daerah mendapatkan bantuan tambahan berupa 1 unit Perahu Katamaran, 4 unit dayung, dan 1 unit mesin perahu 25 PK.
Agus menuturkan, masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga dengan membuat rencana antisipasi bencana, mencatat nomor telepon penting, membentuk komunitas siaga bencana dengan melakukan kegiatan gotong royong seperti kerja bakti.
Selain itu, warga dan pihak terkait juga haus mulai menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul aman, mempersiapkan perbekalan untuk tiga hari dengan Tas Siaga Bencana, mengamankan dokumen penting serta segera laporkan jika ada kerusakan atau tanggul bocor ke Kelurahan/Kecamatan/BPBD terkait.
Ia menambahkan, bencana adalah urusan bersama dan merupakan peristiwa yang berulang. "Potensi Bencana besar pasti akan terjadi namun kita tidak pernah tahu kapan waktu akan terjadinya. Semua pihak harus terlibat dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia dari bencana," terang Agus.
"Berdasarkan survey, 35% yang mampu menyelamatkan diri adalah mereka yang paham apa yang harus dilakukan saat bencana," sambungnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan, Sabtu, 11 Januari 2020 pukul 06.00 WIB menunjukkan tujuh wilayah sudah tidak ada pengungsi. Wilayah yang tidak ada pengungsi, seperti Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kota Bogor. (Baca: Korban Meninggal Akibat Banjir Bertambah Jadi 67 Orang dan 1 Hilang)
"Jumlah pengungsian tertinggi berada di Kabupaten Bogor sejumlah 15.003 jiwa dan yang terendah di Jakarta Timur," kata Agus kepada wartawan, Minggu (12/1/2020).
Sementara itu, pada Jumat malam, 10 Januari 2020 BNPB mendistribusikan bantuan peralatan untuk membantu distribusi logistik dan penyebrangan di Kabupaten Bogor dan Provinsi Banten. Masing-masing daerah mendapatkan bantuan tambahan berupa 1 unit Perahu Katamaran, 4 unit dayung, dan 1 unit mesin perahu 25 PK.
Agus menuturkan, masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga dengan membuat rencana antisipasi bencana, mencatat nomor telepon penting, membentuk komunitas siaga bencana dengan melakukan kegiatan gotong royong seperti kerja bakti.
Selain itu, warga dan pihak terkait juga haus mulai menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul aman, mempersiapkan perbekalan untuk tiga hari dengan Tas Siaga Bencana, mengamankan dokumen penting serta segera laporkan jika ada kerusakan atau tanggul bocor ke Kelurahan/Kecamatan/BPBD terkait.
Ia menambahkan, bencana adalah urusan bersama dan merupakan peristiwa yang berulang. "Potensi Bencana besar pasti akan terjadi namun kita tidak pernah tahu kapan waktu akan terjadinya. Semua pihak harus terlibat dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia dari bencana," terang Agus.
"Berdasarkan survey, 35% yang mampu menyelamatkan diri adalah mereka yang paham apa yang harus dilakukan saat bencana," sambungnya.
(ysw)