Hadiri Rapat RTM, Anies: Tak Ada Pengungsi yang 24 Jam
Selasa, 07 Januari 2020 - 21:30 WIB
Hadiri Rapat RTM, Anies: Tak Ada Pengungsi yang 24 Jam
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia (RI), Jakarta Pusat. Rapat koordinasi itu terkait penanganan bencana banjir DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Dalam rapat tersebut, Anies menegaskan, Pemprov DKI saat ini tengah fokus pada penanganan banjir secara komprehensif. Kemudian, dia memastikan, rehabilitasi berjalan dengan tuntas.
Mantan Mendikbud itu juga melaporkan kondisi terkini pengungsian di daerah-daerah terdampak banjir. Perlu diketahui mayoritas pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing pada hari ketujuh.
"Mayoritas pengungsi telah kembali ke rumahnya pada tanggal 2 Januari 2020. Ada 36.445 orang yang mengungsi di 247 titik pengungsian, sedangkan hari ini titik pengungsian tinggal 7 dan masih ada 690 orang yang berada di tempat pengungsian," ucap Anies usai rapat, Selasa (7/1/2020).
Anies juga menegaskan, tidak ada lagi pengungsi yang menetap 24 jam. Tempat pengungsian yang masih tersedia hanya digunakan warga untuk singgah di sela upaya pembersihan sisa-sisa banjir di rumah masing-masing.
"Perlu saya sampaikan sejak hari ke-4 tidak lagi ada pengungsi yang 24 jam, tempat pengungsian itu lebih berfungsi sebagai tempat istirahat karena sesudah hari ke-3 air surut mereka pulang ke rumah membersihkan rumahnya, lalu makan dan istirahat di tempat pengungsian," paparnya.
Kesigapan Pemerintah Daerah (Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta) dalam menangani bencana banjir serta mitigasi pengungsi mendapat apresiasi dari Menko PMK Muhadjir Effendy. Muhadjir mengatakan, secara umum penanganan bencana banjir yang terjadi antara tanggal 31 Desember 2019 - 1 Januari 2020 telah dilaksanakan dengan sangat baik oleh masing-masing Pemerintah Daerah.
"Oleh sebab itu atas nama Pemerintah Pusat saya ucapkan banyak terima kasih atas kesigapan, kecermatan dan kesungguhan dari Pemerintah Daerah yang telah menanganinya (banjir dan korban) dengan sangat baik," tutupnya.
Dalam rapat tersebut, Anies menegaskan, Pemprov DKI saat ini tengah fokus pada penanganan banjir secara komprehensif. Kemudian, dia memastikan, rehabilitasi berjalan dengan tuntas.
Mantan Mendikbud itu juga melaporkan kondisi terkini pengungsian di daerah-daerah terdampak banjir. Perlu diketahui mayoritas pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing pada hari ketujuh.
"Mayoritas pengungsi telah kembali ke rumahnya pada tanggal 2 Januari 2020. Ada 36.445 orang yang mengungsi di 247 titik pengungsian, sedangkan hari ini titik pengungsian tinggal 7 dan masih ada 690 orang yang berada di tempat pengungsian," ucap Anies usai rapat, Selasa (7/1/2020).
Anies juga menegaskan, tidak ada lagi pengungsi yang menetap 24 jam. Tempat pengungsian yang masih tersedia hanya digunakan warga untuk singgah di sela upaya pembersihan sisa-sisa banjir di rumah masing-masing.
"Perlu saya sampaikan sejak hari ke-4 tidak lagi ada pengungsi yang 24 jam, tempat pengungsian itu lebih berfungsi sebagai tempat istirahat karena sesudah hari ke-3 air surut mereka pulang ke rumah membersihkan rumahnya, lalu makan dan istirahat di tempat pengungsian," paparnya.
Kesigapan Pemerintah Daerah (Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta) dalam menangani bencana banjir serta mitigasi pengungsi mendapat apresiasi dari Menko PMK Muhadjir Effendy. Muhadjir mengatakan, secara umum penanganan bencana banjir yang terjadi antara tanggal 31 Desember 2019 - 1 Januari 2020 telah dilaksanakan dengan sangat baik oleh masing-masing Pemerintah Daerah.
"Oleh sebab itu atas nama Pemerintah Pusat saya ucapkan banyak terima kasih atas kesigapan, kecermatan dan kesungguhan dari Pemerintah Daerah yang telah menanganinya (banjir dan korban) dengan sangat baik," tutupnya.
(mhd)