Kesaksian Karyawan Minimarket, Sebelum Roboh Terdengar Suara Krek
Senin, 06 Januari 2020 - 13:30 WIB
Kesaksian Karyawan Minimarket, Sebelum Roboh Terdengar Suara Krek
A
A
A
JAKARTA - Karyawan minimarket di lokasi robohnya gedung di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, menyampaikan kesaksian detik-detik bangunan tersebut ambruk. Sebelum roboh terdengar suara krek krek krek dari lantai atas bangunan tersebut.
"Terdengar suara krek krek krek, awalnya saya kira sumber suara dari tikus," kata Rizal (23), karyawan minimarket pada Senin (6/1/2020). Usai suara, retakan dari lantai dua bangunan mulai terlihat menyusur hingga ke dasar lantai satu. Batu-batu kecil mulai berjatuhan menimpa seisi belanjaan di kawasan itu.
Rizal yang kala itu tengah merapikan sejumlah produk sempat terbengong beberapa detik. Tak berselang lama sebongkah batu berukuran kepalan tangan jatuh tepat didepannya. (Baca: Bangunan Roboh di Palmerah Sudah Miring Sejak 2 Tahun)
Rizal pun bergegas membuka pintu yang mengarah ke lantai dua, dan langsung berteriak agar para rekan-rekannya serta pengnjung minimarket untuk keluar dari ruangan."Ada sekitar sembilan orang di dalam saat itu, dua di antaranya pengunjung. Saya berteriak cepat keluar mau roboh ini," ujar Rizal menyampaikan kesaksiannya.
Rizal menyakini penyebab runtuhnya gedung karena drainase air yang buruk di rooftop lantai lima. Hujan deras yang melanda Jakarta, diyakini membuat bangunan dipenuhi air. Beban menjadi tak terkendali dan membuat beton dan semen lapuk.
Karenanya dia pun tak heran, saat robohnya bangunan, banyak air yang keluar dan membanjiri bangunan itu."Kayak disiram ember di water boom bang. Banyak airnya," ujar Rizal yang terakhir menyaksikan ke lantai empat saat malam tahun baru.
Rizal mengatakan kondisi gedung tak terawat mulai terlihat di lantai dua dan tiga. Atap plafon bocor dan rembesan air sering terjadi membasahi lantai dua dan tiga. Kuat dugaan air berasal dari lantai empat.
Hal sama diungkapkan oleh Ari (26), karyawan minimarket alfamart lainnya. Dia menuturkan kakinya tak berhenti gemetar saat reruntuhan batu mulai berjatuhan. Dari lantai dua, Ari kemudian berlari ke luar toko.
Bak gempa, Ari menyaksikan seisi gedung mulai bergoyang, beberapa benda mulai berjatuhan dan stand toko. Botol-botol kaca mulai pecah di sekitar lorong belanja. "Dari retak itu yah sekitar tiga menit lah," ujar Ari dan Rizal.
Dengan raut tegang, keduanya tak menyangka kondisi bangunan tersebut roboh. Rizal memaparkan, gedung berlantai empat itu, tercatat sudah penuh sesak.
Pada lantai satu digunakan untuk toko, lantai dua untuk mess pegawai minimarket, dan lantai tiga dan empat merupakan bangunan kosong. "Rencananya dilantai tiga dan empat bakal dibuat gudang barang," tuturnya.
"Terdengar suara krek krek krek, awalnya saya kira sumber suara dari tikus," kata Rizal (23), karyawan minimarket pada Senin (6/1/2020). Usai suara, retakan dari lantai dua bangunan mulai terlihat menyusur hingga ke dasar lantai satu. Batu-batu kecil mulai berjatuhan menimpa seisi belanjaan di kawasan itu.
Rizal yang kala itu tengah merapikan sejumlah produk sempat terbengong beberapa detik. Tak berselang lama sebongkah batu berukuran kepalan tangan jatuh tepat didepannya. (Baca: Bangunan Roboh di Palmerah Sudah Miring Sejak 2 Tahun)
Rizal pun bergegas membuka pintu yang mengarah ke lantai dua, dan langsung berteriak agar para rekan-rekannya serta pengnjung minimarket untuk keluar dari ruangan."Ada sekitar sembilan orang di dalam saat itu, dua di antaranya pengunjung. Saya berteriak cepat keluar mau roboh ini," ujar Rizal menyampaikan kesaksiannya.
Rizal menyakini penyebab runtuhnya gedung karena drainase air yang buruk di rooftop lantai lima. Hujan deras yang melanda Jakarta, diyakini membuat bangunan dipenuhi air. Beban menjadi tak terkendali dan membuat beton dan semen lapuk.
Karenanya dia pun tak heran, saat robohnya bangunan, banyak air yang keluar dan membanjiri bangunan itu."Kayak disiram ember di water boom bang. Banyak airnya," ujar Rizal yang terakhir menyaksikan ke lantai empat saat malam tahun baru.
Rizal mengatakan kondisi gedung tak terawat mulai terlihat di lantai dua dan tiga. Atap plafon bocor dan rembesan air sering terjadi membasahi lantai dua dan tiga. Kuat dugaan air berasal dari lantai empat.
Hal sama diungkapkan oleh Ari (26), karyawan minimarket alfamart lainnya. Dia menuturkan kakinya tak berhenti gemetar saat reruntuhan batu mulai berjatuhan. Dari lantai dua, Ari kemudian berlari ke luar toko.
Bak gempa, Ari menyaksikan seisi gedung mulai bergoyang, beberapa benda mulai berjatuhan dan stand toko. Botol-botol kaca mulai pecah di sekitar lorong belanja. "Dari retak itu yah sekitar tiga menit lah," ujar Ari dan Rizal.
Dengan raut tegang, keduanya tak menyangka kondisi bangunan tersebut roboh. Rizal memaparkan, gedung berlantai empat itu, tercatat sudah penuh sesak.
Pada lantai satu digunakan untuk toko, lantai dua untuk mess pegawai minimarket, dan lantai tiga dan empat merupakan bangunan kosong. "Rencananya dilantai tiga dan empat bakal dibuat gudang barang," tuturnya.
(whb)