Cuaca Buruk, 3 Warga Bogor Terkubur Longsor Belum Ditemukan
Jum'at, 03 Januari 2020 - 21:27 WIB
Cuaca Buruk, 3 Warga Bogor Terkubur Longsor Belum Ditemukan
A
A
A
BOGOR - Pencarian terhadap Amri, 65, Maesaroh, 25, dan, Cici, 10, warga Kampung Sinarharapan, Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor yang tertimbun longsor sejak Selasa (1/1/2020) terus dilakukan.
Jejak keberadaan tiga korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polres Bogor, Brimob dan TNI, BPBD, dan warga Desa Sukajaya kesulitan lantaran terkendala cuaca buruk dan sulitnya akses jalan menuju lokasi longsor yang terletak di lereng Gunung Tajur, Kampung Sinarharapan, Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor. (Baca juga: Banjir dan Longsor di Bogor, Korban Meninggal 11 Orang)
![Cuaca Buruk, 3 Warga Bogor Terkubur Longsor Belum Ditemukan]()
Kepala Bagian Operasional Polres Bogor Kompol Agoeng Ramadhani menjelaskan, di Kampung Sinarharapan ini ada 19 rumah yang hanyut dan tertimbun longsor. (Baca juga: Tanggul Jebol di Citayam, Satu Orang Tewas dan Satu Lainnya Hilang)
"Proses evakuasi masih berlangsung dan agak terhambat karena faktor cuaca juga akses ke lokasi yang tidak bisa ditembus dengan kendaraan bermotor. Ditambah minimya peralatan untuk proses evakuasi," kata Agoeng di lokasi kejadian, Jumat (3/1/2019).
Dia mengakui, untuk proses evakuasi di lokasi tersebut menurunkan 1 satuan setingkan pleton (SST) Sabhara Polres Bogor, 2 Regu tim SAR Brimob Polda Jabar dari Batalyon B Cipanas dan 1 SST Brimob Batalyon D Sat 2 Polopor Kedunghalang.
"Selain itu di hari ketiga proses pencarian ini, kita menerjunkan satu regu K9 dari Polda Jabar dengan membawa tiga anjing pelacak jenis Herder, Labrador dan Milinois. Itu semua untuk membantu proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsor ini," katanya.
Di titik ini juga personel gabungan Polres Bogor, Brimob bekerja bersama membentuk tim terpadu dengan unsur TNI dari Koramil Cigudeg dan tim SAR Khatuliswa Bogor sebanyak 15 personel.
Sementara itu, Otong, Ketua RT 03/07, Kampung Sinarharapan, Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor mengaku tak menyangka wilayahnya menjadi lokasi bencana longsor terparah. "Iya ada tiga orang yang tertimbun longsor warga saya. Ini semua kejadian nggak ada yang menyangka," katanya.
Jejak keberadaan tiga korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polres Bogor, Brimob dan TNI, BPBD, dan warga Desa Sukajaya kesulitan lantaran terkendala cuaca buruk dan sulitnya akses jalan menuju lokasi longsor yang terletak di lereng Gunung Tajur, Kampung Sinarharapan, Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor. (Baca juga: Banjir dan Longsor di Bogor, Korban Meninggal 11 Orang)

Kepala Bagian Operasional Polres Bogor Kompol Agoeng Ramadhani menjelaskan, di Kampung Sinarharapan ini ada 19 rumah yang hanyut dan tertimbun longsor. (Baca juga: Tanggul Jebol di Citayam, Satu Orang Tewas dan Satu Lainnya Hilang)
"Proses evakuasi masih berlangsung dan agak terhambat karena faktor cuaca juga akses ke lokasi yang tidak bisa ditembus dengan kendaraan bermotor. Ditambah minimya peralatan untuk proses evakuasi," kata Agoeng di lokasi kejadian, Jumat (3/1/2019).
Dia mengakui, untuk proses evakuasi di lokasi tersebut menurunkan 1 satuan setingkan pleton (SST) Sabhara Polres Bogor, 2 Regu tim SAR Brimob Polda Jabar dari Batalyon B Cipanas dan 1 SST Brimob Batalyon D Sat 2 Polopor Kedunghalang.
"Selain itu di hari ketiga proses pencarian ini, kita menerjunkan satu regu K9 dari Polda Jabar dengan membawa tiga anjing pelacak jenis Herder, Labrador dan Milinois. Itu semua untuk membantu proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsor ini," katanya.
Di titik ini juga personel gabungan Polres Bogor, Brimob bekerja bersama membentuk tim terpadu dengan unsur TNI dari Koramil Cigudeg dan tim SAR Khatuliswa Bogor sebanyak 15 personel.
Sementara itu, Otong, Ketua RT 03/07, Kampung Sinarharapan, Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor mengaku tak menyangka wilayahnya menjadi lokasi bencana longsor terparah. "Iya ada tiga orang yang tertimbun longsor warga saya. Ini semua kejadian nggak ada yang menyangka," katanya.
(whb)