Banjir Surut, Warga Mutiara Gading Bekasi Timur Demo Penjual Miras

Jum'at, 03 Januari 2020 - 11:18 WIB
Banjir Surut, Warga...
Banjir Surut, Warga Mutiara Gading Bekasi Timur Demo Penjual Miras
A A A
BEKASI - Ratusan warga demo di lokasi karaoke dan penjualan minuman keras (miras), Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi Timur, Kamis (2/1) malam hingga Jumat (3/1) dini hari. Warga menggelar demo meski baru saja dilanda banjir besar di perumahan tersebut.

Pantauan di Kompleks Ruko Palazzo, Mutiara Gading Timur, sekitar seratusan warga ikut aksi tersebut. Mereka menolak penjualan miras di Toko Sarinah, depan usaha karaoke di kompleks tersebut.

Penolakan warga sudah berlangsung selama beberapa pekan ini. Spanduk panjang membentang di sepanjang jalan dengan runtutan pengusiran tempat maksiat seperti karaoke dan miras.

Tempat hiburan berkedok karaoke keluarga itu sudah berlangsung beberapa tahun belakang. Misalnya, Karaoke Pastel yang sudah lama beroperasi dan terus bermunculan usaha yang sama di lokasi itu.

Warga jelas gerah karena masuk dalam lingkungan perumahan tepatnya Blol L, Mutiara Gading Timur. Perdagangan sehat di tempat itu sebenarnya sudah ramai. Misalnya, aneka kuliner, busana, dan kedai kopi.

Karena tidak ada ketegasan dari pihak terkait, usaha karaoke juga tumbuh. Namun, warga mulai tidak sabar dengan kesemrawutan dan ingat bingar malam yang tidak sehat.

Begitu banjir yang melanda perumahan tersebut mulai surut, mereka berkumpul, tepatnya di depan Kantor BRI, yang juga tidak jauh dari Masjid Al-Jihad. Mereka menuntut pihak keamanan bertindak tegas. Belasan anggota polisi tampak tidak bisa berbuat banyak.

Warga terus mendesak pihak kepolisian yang hadir agar mengambil tindakan tegas dengan melarang penjualan miras di wilayah mereka. Namun, tidak ada respons hingga warga mendatangi rumah pemilik Toko Sarinah yang bebas menjual miras.

"Kami minta pak polisi memfasilitasi kami untuk bertemu dengan pemilik toko itu, Pak Marbun. Ini warga sudah berkumpul, bapak pertemukan kami saja agar ada komitmen pemilik toko berhenti menjual miras," kata salah seorang warga yang mengoordinir aksi tersebut, Tajuddin.

Namun pihak kepolisian yang hadir bergeming tak bisa berbuat apa-apa. Alasannya, masih harus berkoordinasi dengan atasan.

Salah seorang berpakaian preman tampak mendekati warga agar berhenti menggelar aksi. Namun, warga tidak peduli. Intinya, mereka menolak kemaksiatan di wilayah mereka. Warga tidak ingin terjadi banjir maksiat di wilayah mereka.

"Mereka meracuni warga dengan alkohol. Kita harus hentikan ini. Pihak kepolisian jangan hanya diam," kata seorang orator lewat pembesar suara.

Aksi tolak kemaksiatan di kompleks pertokoan Mutiara Gading Timur sudah berlangsung beberapa pekan lalu. Usaha karaoke yang diduga menyalahi izin jadi tempat hiburan malam tampak tidak beroperasi lagi. Namun, masih ada toko yang buka untuk penjualan miras.
(thm)
Berita Terkait
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
BNPB: Kerugian Akibat...
BNPB: Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Capai Rp1,6 Triliun
Banjir Parah di Bekasi,...
Banjir Parah di Bekasi, Rata-rata Ketinggian Air di Atas 3 Meter
Perlu Solusi Jangka...
Perlu Solusi Jangka Panjang dan Kesadaran Masyarakat Atasi Banjir di Bekasi
Ratusan Motor di Parkiran...
Ratusan Motor di Parkiran Stasiun Bekasi Terendam Banjir
Barang Dagangan Mega...
Barang Dagangan Mega Bekasi Hypermall Porak-poranda Dihantam Banjir
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
7 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved