Anies Enggan Salahkan Siapapun Terkait Banjir di Jakarta
Kamis, 02 Januari 2020 - 21:18 WIB
Anies Enggan Salahkan Siapapun Terkait Banjir di Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penyebab banjir yang terjadi di Jabodetabek disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Orang nomor satu di DKI Jakarta itu tak ingin menyalahkan siapapun dalam musibah banjir ini.
Menurut Anies, banjir yang terjadi di Jakarta tak ada kaitannya dengan masalah pembangunan infrastruktur. (Baca juga: Minimalisir Korban Banjir Jabodetabek Perlu Ketegasan Pemimpin )
"Kalau curah hujan tidak ada kaitannya dengan bangunan. Karena curah hujan datang dari atas toh," kata Anies saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).
Anies mengatakan, fokus utama dalam menyelasaikan permasalahan banjir yakni terletak pada pengendalian air yang sudah turun ke bumi. "Disitu letak tantangannya," ujar Anies. (Baca juga: Jalan Daan Mogot Terendam Banjir, Akses Jakarta-Tangerang Terputus )
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengaku, banjir di Jakarta telah berangsur surut. Karena itu, kata dia, pihaknya tengah fokus kepada penanganan pasca banjir yakni membersihkan semua tumpukan sampah dan lumpur yang menggenangi fasilitas umum.
"Saat ini kita melakukan pembersihan di jalan-jalan dan di sekitar kampung-kampung yang terdampak banjir seperti di Kampung Pulo," ujarnya. (Baca juga: Banjir Mulai Surut, Anies: Sekarang Fokus Melakukan Pembersihan )
Dia menambahkan, dibantu oleh petugas saat ini warga di Kampung Pulo mulai membersihkan sisa-sisa pasca banjir. Dalam upaya pembersihan tersebut pihaknya pun menerjunkan 478 unit pompa yang dapat membantu proses penyedotan sisa genangan air.
"Ada 178 pompa stasioner yang bisa digunakan untuk proses pembersihan dan 122 unit pompa mobile yang semuanya bekerja untuk menarik air supaya busa segera surut disemua tempat," tukasnya.
Menurut Anies, banjir yang terjadi di Jakarta tak ada kaitannya dengan masalah pembangunan infrastruktur. (Baca juga: Minimalisir Korban Banjir Jabodetabek Perlu Ketegasan Pemimpin )
"Kalau curah hujan tidak ada kaitannya dengan bangunan. Karena curah hujan datang dari atas toh," kata Anies saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).
Anies mengatakan, fokus utama dalam menyelasaikan permasalahan banjir yakni terletak pada pengendalian air yang sudah turun ke bumi. "Disitu letak tantangannya," ujar Anies. (Baca juga: Jalan Daan Mogot Terendam Banjir, Akses Jakarta-Tangerang Terputus )
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengaku, banjir di Jakarta telah berangsur surut. Karena itu, kata dia, pihaknya tengah fokus kepada penanganan pasca banjir yakni membersihkan semua tumpukan sampah dan lumpur yang menggenangi fasilitas umum.
"Saat ini kita melakukan pembersihan di jalan-jalan dan di sekitar kampung-kampung yang terdampak banjir seperti di Kampung Pulo," ujarnya. (Baca juga: Banjir Mulai Surut, Anies: Sekarang Fokus Melakukan Pembersihan )
Dia menambahkan, dibantu oleh petugas saat ini warga di Kampung Pulo mulai membersihkan sisa-sisa pasca banjir. Dalam upaya pembersihan tersebut pihaknya pun menerjunkan 478 unit pompa yang dapat membantu proses penyedotan sisa genangan air.
"Ada 178 pompa stasioner yang bisa digunakan untuk proses pembersihan dan 122 unit pompa mobile yang semuanya bekerja untuk menarik air supaya busa segera surut disemua tempat," tukasnya.
(mhd)