Bangunan Liar, Pemkot Bogor Segera Relokasi Pemukiman Warga Korban Longsor

Rabu, 01 Januari 2020 - 19:05 WIB
Bangunan Liar, Pemkot...
Bangunan Liar, Pemkot Bogor Segera Relokasi Pemukiman Warga Korban Longsor
A A A
BOGOR - Sedikitnya 50-an rumah warga yang berada di Garis Sepadan Sungai (GSS) Cipakancilan, lokasi longsor Kampung Kedung Badak Sentral RT 01/RW 13, Kelurahan Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, akan segera direlokasi.

"Ke depannya dua hal yang harus dilakukan. Pertama kita akan sosialisasi terus agar mereka (para penghuni) puluhan bangunan liar di sini mau direlokasi. Jangan sampai menunggu waktu sampai terjadi lagi bencana (longsor). Kedua, Pemkot akan melakukan normalisasi secara bertahap guna meminimalisir bencana," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau lokasi longsor tebing setinggi 10 meter yang menimbun dua rumah dan menewaskan Kusmiyati (30), Rabu (1/1/2020).

Bima menegaskan bahwa seluruh pemukiman yang dihuni 80 kepala keluarga di Kampung Kedungbadak Sentral itu merupakan bangunan liar. Pemkot sudah memetakan bahwa kawasan tersebut sebagai salah satu daerah rawan longsor. (Baca juga: Bogor Dilanda Bencana Banjir dan Longsor, Satu Orang Meninggal)

"Di sini sudah terpetakan sebagai daerah rawan longsor. Semua data-datanya (penduduknya) juga sudah ada di kita. Bahkan sudah kita sosialisasikan agar mereka mau direlokasi, hanya agak kesulitan ketika warga memilih bertahan di bangunan liar disini. Kita akan ambil langkah tegas hanya perlu dipikirkan tempat relokasi. Meski sebetulnya sudah tersedia di rusunawa, nanti kita akan komunikasikan apakah masih ada tempatnya," bebernya.

Ia menjelaskan, dalam menghadapi bencana di musim penghujan ini, Pemkot Bogor sudah memerintahkan seluruh lurah dan camat agar siaga untuk tidak meninggalkan lokasi.

"Terlebih saat ini di hulu sungai (kawasan Puncak) masih terus diguyur hujan. Sebab jika hujan di hulu masih terus terjadi tak menutup kemungkinan luapan air sungai kembali merendam pemukiman warga, khususnya yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung yakni 14 kelurahan di Kota Bogor," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Hujan Deras, 2 Kampung...
Hujan Deras, 2 Kampung di Bogor Diterjang Tanah Longsor
Tembok Penahan Tanah...
Tembok Penahan Tanah Longsor, Akses Warga Batu Tulis Bogor Terputus
Longsor Terjang Pemukiman...
Longsor Terjang Pemukiman Warga di Toraja Utara, Seorang Pelajar Tewas
Tim SAR Lanjutkan Pencarian...
Tim SAR Lanjutkan Pencarian 2 Korban Tanah Longsor di Bogor
Diguyur Hujan Deras,...
Diguyur Hujan Deras, Jalan Mbah Dalem Batu Tulis Bogor Longsor
Tergerus Longsor, Akses...
Tergerus Longsor, Akses Jalan Warga Tanah Baru Bogor Terputus
Berita Terkini
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
38 menit yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
1 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
4 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
4 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
7 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
7 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved