Kawasan Puncak Bogor Terus Diguyur Hujan Deras, Katulampa Siaga 2
Rabu, 01 Januari 2020 - 10:25 WIB
Kawasan Puncak Bogor Terus Diguyur Hujan Deras, Katulampa Siaga 2
A
A
A
BOGOR - Ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor naik drastis hingga mencapai 170 centimeter. Kenaikan ini akibat hujan deras mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya, khususnya kawasan Puncak sebagai hulu Sungai Ciliwung, sejak Rabu (1/1/2019) dini hari.
Informasi yang dihimpuyn SINDOnews, naiknya Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa hingga menyentuh 170 centimeter pada pukul 07.57 WIB itu terjadi secara bertahap.
Kepala Petugas Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman menyebutkan tahapan kenaikan TMA yang cukup signifikan itu terjadi dimulai pukul 07.00 WIB dengan ketinggian 50 centimeter yang semula hanya 20-30 centimeter sejak semalam.
"Karena hujan dengan intensitas ringan tak kunjung berhenti, khususnya di waktu subuh hingga sekarang. Kondisi ini membuat TMA sungai Ciliwung di Papan Mercu yang terpasang di Bendung Katulampa naik secara drastis yakni 100 centimeter pada pukul 07.17 WIB dengan Siaga 3," ujarnya saat ditemui di Pos Pantau Bendung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor.
Dia menambahkan tak lama kemudian karena hujan semakin deras, tepatnya pada pukul 07.50 WIB, TMA kembali naik menjadi 150 cm dengan status masih Siaga 3. "Jadi hanya sekitar satu jam TMA naik lagi menjadi 150 cm dari kondisi normal," ujarnya.
Bahkan, tak lama kemudian tepatnya berselang tujuh menit dari kenaikan 150 centimeter, tiba-tiba air kembali naik hingga posisi 170 cm di papan Mercu Bendung Katulampa atau Siaga 2 Banjir Jakarta.
"Dikarenakan hujan di wilayah Bogor, khususnya dikawasan Puncak hingga saat ini tak juga mereda diperkirakan volume maupun debit air di Sungai Ciliwung akan terus naik. Tapi sampai sekarang posisi tertinggi masih di angka 170 cm atau Status Siaga 2," tuturnya.
Diperkirakan, sebanyak 339.679 liter air per detiknya mengalir di Sungai Ciliwung menuju Jakarta. Aliran air tersebut diprediksi akan tiba di di Jakarta dalam waktu sembilan jam ke depan.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai Ciliwung untuk mewaspadai kenaikan debit air. Sementara kondisi cuaca di Kawasan Bogor masih diguyur hujan gerimis," pungkasnya.
Informasi yang dihimpuyn SINDOnews, naiknya Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa hingga menyentuh 170 centimeter pada pukul 07.57 WIB itu terjadi secara bertahap.
Kepala Petugas Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman menyebutkan tahapan kenaikan TMA yang cukup signifikan itu terjadi dimulai pukul 07.00 WIB dengan ketinggian 50 centimeter yang semula hanya 20-30 centimeter sejak semalam.
"Karena hujan dengan intensitas ringan tak kunjung berhenti, khususnya di waktu subuh hingga sekarang. Kondisi ini membuat TMA sungai Ciliwung di Papan Mercu yang terpasang di Bendung Katulampa naik secara drastis yakni 100 centimeter pada pukul 07.17 WIB dengan Siaga 3," ujarnya saat ditemui di Pos Pantau Bendung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor.
Dia menambahkan tak lama kemudian karena hujan semakin deras, tepatnya pada pukul 07.50 WIB, TMA kembali naik menjadi 150 cm dengan status masih Siaga 3. "Jadi hanya sekitar satu jam TMA naik lagi menjadi 150 cm dari kondisi normal," ujarnya.
Bahkan, tak lama kemudian tepatnya berselang tujuh menit dari kenaikan 150 centimeter, tiba-tiba air kembali naik hingga posisi 170 cm di papan Mercu Bendung Katulampa atau Siaga 2 Banjir Jakarta.
"Dikarenakan hujan di wilayah Bogor, khususnya dikawasan Puncak hingga saat ini tak juga mereda diperkirakan volume maupun debit air di Sungai Ciliwung akan terus naik. Tapi sampai sekarang posisi tertinggi masih di angka 170 cm atau Status Siaga 2," tuturnya.
Diperkirakan, sebanyak 339.679 liter air per detiknya mengalir di Sungai Ciliwung menuju Jakarta. Aliran air tersebut diprediksi akan tiba di di Jakarta dalam waktu sembilan jam ke depan.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai Ciliwung untuk mewaspadai kenaikan debit air. Sementara kondisi cuaca di Kawasan Bogor masih diguyur hujan gerimis," pungkasnya.
(wib)