Dukung BNN, Manajemen Colosseum Tegaskan Perang dengan Narkoba

Senin, 30 Desember 2019 - 12:38 WIB
Dukung BNN, Manajemen...
Dukung BNN, Manajemen Colosseum Tegaskan Perang dengan Narkoba
A A A
JAKARTA - Nama Diskotek Colosseum menjadi ramai belakangan ini dikarenakan penghargaan Adhi Karya Wisata yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dicabut kembali. Namun dari pihak manajemen, 1001 Entertainment Club mendukung penuh seluruh langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah DKI Jakarta.

"Kami sebagai pelaku bidang usaha pariwisata mendukung penuh seluruh langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba, khususnya di wilayah Provinsi DKI Jakarta," kata Humas 1001 Entertaintment Club Donny Kesuma dalam keterangannya, Senin (30/12/2019).
Donny menjelaskan, hal ini merupakan komitmen pihaknya dari awal untuk mencanangkan diri sebagai Zona Anti Narkoba di seluruh sudut yang dikelola. "Kami tidak mau tempat usaha kami disusupi oleh oknum manapun yang memanfaatkan kesempatan untuk mengedarkan narkoba. Sidak internal kami jalankan terus menerus," katanya.
Bahkan, kata dia, karyawan yang akan masuk untuk bekerja terlebihn dahulu diperiksa. Tidak hanya itu, kata dia, loker karyawan juga tak luput dari pemeriksaannya. "Kami periksa karyawan sebelum memasuki tempat kerja. Kami memantau karyawan selama bekerja. Kami periksa loker, perlengkapan, sarana dan prasarana kerja karyawa," tambahnya.

Menurutnya, siapapun karyawan maupun manajemen yang terbukti melanggar langsung kami berikan sanksi pemecatan saat itu juga. Kami tidak mau tempat usaha yang kami rintis dengan susah payah dirusak oleh oknum manapun.

"Kami patuh dan konsisten menjalankan pencegahan peredaran, penjualan dan pemakaian narkoba dan zat psikotropika lainnya sesuai yang digariskan dalam Pasal 45 Peraturan Gubernur No 18 Tahun 2018," ungkapnya.

Tak hanya kepada karyawan, kata dia, kepada pengunjung juga pihaknya melakukan pemeriksaan. Hal itu guna mengantisipasi peredaran narkoba di tempatnya. "Kami juga melakukan pemeriksaan badan (body check) terhadap seluruh pengujung sebelum masuk ke tempat kami. Barang bawaan pengunjung juga kami periksa sebelum masuk," sambungnya.

Karena, kata Donny, hal ini kerap kali dirasa kurang nyaman oleh pengunjung tetapi pihaknya memilih untuk tetap menjalankannya sebagai fungsi pengawasan dan pencegahan dengan maksimal. Dia mengungkapkan, apa yang dilakukan maupun dikonsumsi oleh pengunjung sebelum datang ke tempatnya, tidak mungkin dapat dikendalikan. Cara yang lebih ekstrim adalah dengan mewajibkan tes urine bagi pengunjung sebelum masuk ke tempat hiburan.

"Kami siap menjalankan apabila hal ini ditetapkan dalam peraturan resmi dan bersifat menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha. Tidak hanya berlaku diskriminatif terhadap bidang usaha tertentu," ujarnya.

Dia juga mengaku kesal dengan narkoba. Karena, kata dia, barang haram tersebut bisa mencoreng nama baiknya. "Kami muak dengan narkoba karena barang haram itu sangat merugikan bisnis kami. Reputasi kami ikut tercoreng apabila ada pengunjung yang kedapatan menggunakan narkoba. Pengguna narkoba biasanya hanya memanfaatkan tempat kami tanpa banyak belanja makanan dan minuman," tegasnya.

Padahal kata dia, penjualan makanan dan minuman adalah strategi utama bisnisnya. Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian, Direktorat IV Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta yang telah merazia tempatnya.

Menurut Donny, berdasarkan hasil razia itu, kami semakin yakin pihaknya konsisten bersih dari bisnis narkoba. Dia mengaku bersyukur karena terbukti manajemennya tidak terlibat dalam peredaran narkoba. "Tamu yang terjaring razia telah menggunakan zat psikotropika sebelum datang ke tempat kami. Kami sangat menyayangkan dengan tuduhan dan stigma yang dicoba ditempelkan ke kami sebagai lokasi peredaran narkoba," tuturnya.

Dia meminta, agar pemberitaan soal peredaran narkoba di tempat hiburan malam dilakukan secara berimbang. Karena, kata dia, hal tersebut bisa merugikan pihaknya. "Stigma ini dibangun atas opini pemberitaan di media massa yang tidak berimbang (cover both side) serta jauh dari fakta. Bagi pihak manapun yang menyebarkan berita tidak benar atas tempat kami harap segera menghentikan hal tersebut karena kami akan menempuh upaya hukum untuk menjaga reputasi perusahaan," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Polisi Tutup THM di...
Polisi Tutup THM di Pematangsiantar, Diduga Dijadikan Tempat Transaksi Narkoba
Polisi Gerebek Karaoke...
Polisi Gerebek Karaoke dan Bar di Medan, Belasan Orang Positif Narkoba
Razia Tempat Hiburan...
Razia Tempat Hiburan Malam di DI Panjaitan, Hasilnya Nihil Narkoba
Temukan Narkoba saat...
Temukan Narkoba saat Razia, Tempat Hiburan Malam di Jakarta Selatan Ditutup Permanen
BNNP DKI Razia Tempat...
BNNP DKI Razia Tempat Hiburan Malam di Daan Mogot, 9 Orang Positif Narkoba
BNNP Sumut Razia Hiburan...
BNNP Sumut Razia Hiburan Malam di Medan, 16 Pengunjung Positif Narkoba
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
3 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
5 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
6 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
8 jam yang lalu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved