Kasus Harley Tabrak Nenek Berpotensi Dihentikan, IPW Minta Polisi Tak Berlebihan

Senin, 23 Desember 2019 - 12:36 WIB
Kasus Harley Tabrak...
Kasus Harley Tabrak Nenek Berpotensi Dihentikan, IPW Minta Polisi Tak Berlebihan
A A A
BOGOR - Kontroversi bakal dihentikannya perkara kecelakaan lalu lintas Harley Davidson B 4754 NFE yang dikendarai HK (47) pegawai BUMN hingga menewaskan Siti Aisyah (50) dan melukai Anya Septia (5) cucunya di Jalan Raya Pajajaran, depan Halte RS PMI Bogor, Minggu 15 Desember 2019 kembali menuai reaksi sejumlah kalangan.

Kali ini datang dari Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane. Menurutnya, kasus kecelakaan motor gede yang menabrak penyebrang jalan di Kota Bogor itu bisa didamaikan. "Bahkan pelakunya bisa dibebaskan sepanjang korbannya hanya luka-luka. Tapi jika korbannya tewas, kasusnya harus tetap lanjut ke pengadilan," kata Neta saat dihubungi, Senin (23/12/2019). (Baca: Diduga Tertabrak Moge, Nenek di Bogor Meninggal Dunia )

Meski demikian, lanjut dia, perdamaian pelaku dan keluarga korban meninggal itu tetap akan menjadi unsur yang meringankan dalam proses pengadilan hingga kemudian majelis hakim memutuskan.

"Tapi jika polisi yang memutuskan untuk menghentikan perkara ini berarti polisi sudah memborong tugas jaksa dan hakim. Polisi sudah berfungsi menjadi jaksa sekaligus hakim. Tentunya ini sangat aneh," ketusnya.

Ia menambahkan, secara normatif polisi bisa menjadi mediator dalam menyelesaikan sebuah perkara dengan cara kekeluargaan. Tapi sangat tidak etis jika polisi memborong fungsi jaksa dan hakim dalam sebuah perkara yang sudah menewaskan orang lain akibat kelalaian tersangka. (Baca juga: Kasus Harley Davidson Maut Dihentikan, Kapolres Bogor Siap Dipraperadilkan )

"Artinya, polisi harus menyadari fungsinya dan jangan berlebihan dalam membuat upaya penegakan hukum sehingga menjadi aneh," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga akibat kelalaian HK (47) pegawai BUMN dalam mengendarai Harley Davidson membuat, Siti Aisah (52) nenek asal Kampung Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor yang sedang menyeberang di Jalan Raya Pajajaran, tepatnya depan Halte Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor tewas.

Tak hanya itu, Anya Septia (5) cucunya yang saat itu hendak diajak berolahraga ke Lapangan Sempur, mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PMI.
(ysw)
Berita Terkait
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Berita Terkini
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
7 menit yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
48 menit yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
1 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
2 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
4 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
5 jam yang lalu
Infografis
Zelensky Anggap F-16...
Zelensky Anggap F-16 Tak Cukup, Minta Jet Tempur Gripen Swedia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved