Diduga Depresi, Warga Tangerang Bunuh Diri Gunakan Mesin Gerinda
Kamis, 19 Desember 2019 - 20:42 WIB
Diduga Depresi, Warga Tangerang Bunuh Diri Gunakan Mesin Gerinda
A
A
A
TANGERANG - Seorang pria bernama Mustopa Kamal (30), tewas berlumuran darah di sekretariat Masjid Al Hasaniyah, Tangerang, Banten. Mustopa diduga tewas akibat bunuh diri dengan cara melukai lehernya dengan mesin gerinda, Rabu 18 Desember 2019.
Mustopa juga diduga tengah mengalami depresi sehingga nekat melakukan hal tersebut. Jasad Mustopa pertama ditemukan oleh kakaknya, Wawan (34), dengan posisi tergeletak di sekretariat masjid dengan tubuh bersimbah darah. Korban juga sempat dibawa ke RS, tapi tidak tertolong.
"Saat itu, saya sehabis silaturahmi di rumah saudara dan salat Isya ke Masjid Al Hasaniyah. Biasanya korban ada di masjid, tetapi saat itu tidak ada. Lalu saya ambil wudhu di belakang," kata Wawan di Tangerang, Kamis (19/12/2019).
Tidak seperti biasa, di tempat wudhu korban juga tidak ada. Penasaran dengan adiknya yang tak juga dijumpai, Wawan mencarinya ke ruang kamar sekretariat masjid.
"Saat saya membuka pintu sekretariat, saya melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak di lantai, dengan kondisi bersimbah darah. Saya teriak dan mencari pertolongan ke luar," jelasnya.
Warga sekitar yang melihat Wawan berlari dan teriak lalu datang menghampiri dan bersama-sama melakukan pertolongan dengan membawa korban ke klinik terdekat.
"Saya lalu membawa korban ke klinik Khalifah sekitar jam 7 malam. Tetapi nyawa korban tidak tertolong. Lukanya sangat parah, dia kehabisan darah. Saya sudah beritahu pihak keluarga. Saya sudah ikhlas," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Teluknaga AKP Dodi Abdul Rohim membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, korban mengalami depresi berat hingga nekat melakukan aksi bunuh diri.
"Korban bunuh diri menggunakan alat gerinda untuk memotong lehernya. Karena mesin gerindanya tajam dan korban sempat dibawa ke kelinik terdekat, tapi sudah meninggal dunia," sambung Dodi.
Dilanjutkan Dodi, korban sudah lama depresi dan sering merasa ketakutan sendiri. Menurut keterangan warga sekitar, korban sudah tiga hari ini mengeluhkan sakit kepala.
"Korban bersama kakaknya sudah 10 hari ini bekerja sebagai buruh bangunan, untuk pembangunan parkiran Masjid Al Hasaniyah. Selama bekerja, korban tinggal di sekertariat masjid. Sudah dimakamkan," pungkasnya.
Mustopa juga diduga tengah mengalami depresi sehingga nekat melakukan hal tersebut. Jasad Mustopa pertama ditemukan oleh kakaknya, Wawan (34), dengan posisi tergeletak di sekretariat masjid dengan tubuh bersimbah darah. Korban juga sempat dibawa ke RS, tapi tidak tertolong.
"Saat itu, saya sehabis silaturahmi di rumah saudara dan salat Isya ke Masjid Al Hasaniyah. Biasanya korban ada di masjid, tetapi saat itu tidak ada. Lalu saya ambil wudhu di belakang," kata Wawan di Tangerang, Kamis (19/12/2019).
Tidak seperti biasa, di tempat wudhu korban juga tidak ada. Penasaran dengan adiknya yang tak juga dijumpai, Wawan mencarinya ke ruang kamar sekretariat masjid.
"Saat saya membuka pintu sekretariat, saya melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak di lantai, dengan kondisi bersimbah darah. Saya teriak dan mencari pertolongan ke luar," jelasnya.
Warga sekitar yang melihat Wawan berlari dan teriak lalu datang menghampiri dan bersama-sama melakukan pertolongan dengan membawa korban ke klinik terdekat.
"Saya lalu membawa korban ke klinik Khalifah sekitar jam 7 malam. Tetapi nyawa korban tidak tertolong. Lukanya sangat parah, dia kehabisan darah. Saya sudah beritahu pihak keluarga. Saya sudah ikhlas," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Teluknaga AKP Dodi Abdul Rohim membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, korban mengalami depresi berat hingga nekat melakukan aksi bunuh diri.
"Korban bunuh diri menggunakan alat gerinda untuk memotong lehernya. Karena mesin gerindanya tajam dan korban sempat dibawa ke kelinik terdekat, tapi sudah meninggal dunia," sambung Dodi.
Dilanjutkan Dodi, korban sudah lama depresi dan sering merasa ketakutan sendiri. Menurut keterangan warga sekitar, korban sudah tiga hari ini mengeluhkan sakit kepala.
"Korban bersama kakaknya sudah 10 hari ini bekerja sebagai buruh bangunan, untuk pembangunan parkiran Masjid Al Hasaniyah. Selama bekerja, korban tinggal di sekertariat masjid. Sudah dimakamkan," pungkasnya.
(mhd)