Musim Pancaroba, BMKG: Kenali Tanda-tanda Puting Beliung

Jum'at, 13 Desember 2019 - 20:58 WIB
Musim Pancaroba, BMKG:...
Musim Pancaroba, BMKG: Kenali Tanda-tanda Puting Beliung
A A A
JAKARTA - Masa peralihan musim atau pancaroba seperti saat ini puting beliung kerap muncul. Tak sedikit yang rumah maupun bangunan dan pepohonan roboh akibat diterjang angin kencang atau puting beliung.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Akibat diterjang angin puting beliuang, 368 rumah porakporanda dan kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah.

Mengomentari bencana alam ini, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Djatmiko mengatakan, fenomena puting beliung merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

"Kejadian hujan lebat (es/hail) disertai kilat atau petir dan angin kencang (puting beliung) berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim. Baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya, dapat dimungkinkan terjadi di musim hujan dengan kondisi cuaca seperti di masa transisi atau pancaroba," kata Hary saat dihubungi SINDOnews, Jumat (13/12/2019).

Harry menjelaskan mengenai indikasi terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang (putting beliung) berdurasi singkat. Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

"Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)," terangnya.

Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), kata dia, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita. (Baca juga: Terjang 368 Rumah, Angin Ribut di Mauk Telan Kerugian hingga Miliaran Rupiah )

"Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi atau pancaroba atau penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Water Spout, Fenomena...
Water Spout, Fenomena Alam Berbeda dari Angin Puting Beliung
Hujan Darah Diprediksi...
Hujan Darah Diprediksi Akan Terjadi di Inggris Minggu Depan
Sudah Terasa di Jakarta...
Sudah Terasa di Jakarta Utara, Fenomena TC 98S Harus Diwaspadai
Hujan Es Terjang Sleman...
Hujan Es Terjang Sleman dan Yogyakarta Disertai Angin Kencang
3 Cara Melindungi Diri...
3 Cara Melindungi Diri dari Angin Puting Beliung, Kenali dan Pahami!
Perbedaan Angin Tornado...
Perbedaan Angin Tornado dan Beliung yang Terjadi di Bandung dan Sumedang
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
11 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
12 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
17 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
19 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
20 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
22 jam yang lalu
Infografis
5 Kolonel Terima Tanda...
5 Kolonel Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved