Subsidi Dipangkas, Pemprov DKI Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif

Kamis, 05 Desember 2019 - 08:19 WIB
Subsidi Dipangkas, Pemprov...
Subsidi Dipangkas, Pemprov DKI Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif
A A A
JAKARTA - Anggaran subsidi bagi moda transportasi massal di Jakarta resmi dipangkas melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI tahun 2020. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pastikan tidak akan menaikan besaran tarif bagi seluruh moda transportasi massal yang ada di ibu kota.

"Kita pastikan bahwa pengurangan nilai subsidi sama sekali tidak berdampak kepada tarif layanan transportasi di Jakarta. Karena telah memenuhi kebutuhan hingga Oktober 2020," kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekertaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Dia mengatakan, guna memberikan pelayanan terbaik bagi suluruh masyarakat, Pemprov DKI tetap akan memberikan subsidi kepada para pelanggan. Sebab, jika tarif moda transportasi massal naik, dikhawatirkan animo masyarakat dalam menggunakan transpotasi massal kembali menurun.

"Kita jamin subsidi transportasi tetap ada dan tidak otomatis berdampak pada tarif. Banyak mekanismenya untuk menuju kenaikan tarif. BUMD masih ada kesempatan untuk mengajukan lagi di APBD Perubahan," tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, meski ada pengurangan anggaran dalam pemberian subsisidi bagi transportasi massal, pihaknya tetap mengikuti Standar Pelayanan Minimum (SPM) transportasi umum di DKI Jakarta tidak akan berkurang.

"Kita berkomitmen apapun yang terjadi tidak diperbolehkan mengurangi pelayanan sesuia dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) transportasi umum di DKI Jakarta," ujarnya.

Sebagai informasi, besaran subsidi dari Pemprov DKI untuk MRT Jakarta pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 diajukan sebesar Rp938 miliar. Namun dalam RAPBD 2020 dipangkas menjadi Rp825 miliar.

Sedangkan subsidi untuk LRT Jakarta sesuai dengan KUA-PPAS 2020 diajukan Rp527,5 miliar, namun dalam RAPBD 2020 dipangkas menjadi Rp439,6 miliar. Kemudian subsidi untuk Transjakarta pada pembahasan KUA-PPAS 2020 diajukan sebesar Rp4,19 triliun, namun dalam RAPBD 2020 dipangkas menjadi Rp3,29 triliun.
(mhd)
Berita Terkait
Subsidi Transportasi...
Subsidi Transportasi di Jakarta Dipangkas, Tarif Bus Transjakarta Naik 2026?
Tarif Transjakarta Bakal...
Tarif Transjakarta Bakal Naik, Pemprov DKI Pertimbangkan Rentang Rp5.000 hingga Rp7.000
Transjakarta Manut Kebijakan...
Transjakarta Manut Kebijakan Pemprov DKI Soal Kenaikan Tarif
Kemenhub dan Pemprov...
Kemenhub dan Pemprov DKI Bahas Pengembangan Angkutan Massal Perkotaan
Pemprov DKI Usulkan...
Pemprov DKI Usulkan Tarif Integrasi Transportasi Jakarta Rp10 Ribu
Pemprov DKI Godok Kepgub...
Pemprov DKI Godok Kepgub Tarif Integrasi Transportasi Rp10 Ribu
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved