Terlilit Utang Rp2,6 Juta, Ibu dan Dua Anaknya Disekap

Senin, 25 November 2019 - 23:20 WIB
Terlilit Utang Rp2,6...
Terlilit Utang Rp2,6 Juta, Ibu dan Dua Anaknya Disekap
A A A
BATAM - Seorang Ibu yang bernama Elis Widiati disekap oleh PF alias AL (23) lantaran peminjaman uang Rp 2,6 juta belum dibayar korban. Menurut korban, dirinya menjadi korban penyekapan dari pelaku PF alias AL sejak Minggu (24/11/2019) pagi sampai sore hari.

Akibatnya, korban dan dua anaknya yang masih kecil ini kelaparan karena tidak bisa mendapatkan makanan lantaran tak bisa keluar dari rumahnya. Tak hanya menggembok rumah korban, pelaku juga mematikan aliran listrik dan air rumah korban karena meteran listrik dan air rumah korban berada di luar rumah.

"Saya mulai digembok dari pukul 08.00 pagi hingga 17.00 WIB kemarin Minggu (24/11) dan akhirnya dibebaskan Polisi," ujarnya Senin (25/11).

Elis menjelaskan, rumahnya digembok pelaku dengan gembok yang dibawa oleh pelaku. Pelaku menggembok rumah korban pada bagian teralis rumahnya, yang mengakibatkan akses masuk ke rumah itu tidak bisa dilalui karena aksesnya melalui pintu depan saja.

"Saya tidak bisa kemana-mana, karena pelaku menggembok teralis depan. Lampu dan air rumah juga dimatikan oleh pelaku dan anak Saya mengalami kegerahan akibat panas," ujarnya.

Korban mencoba menghubungi pelaku, namun tidak dibalas. Akhirnya, dirinya menelpon suaminya yang sedang berada di Jakarta dan suaminya menghubungi kenalannya di Batam.

"Yang dihubungi adalah orang KPPAD Kepri, dan langsung dilaporkan ke Polisi hingga akhirnya Polisi datang ke rumah dan membebaskan kami," ujarnya.

Elis menceritakan, bahwa uang yang dipinjam tersebut tanpa sepengatahuan suaminya. Uang tersebut digunakan sebagai modal usaha tempat sewa menyewa permainan, namun karena pelaku sering menyambanginya, Sekuriti tempatnya membuka lapak sewa menyewa permainan meminta Elis menyelesaikan permasalahannya.

"Saya diminta untuk tidak buka usaha dulu, karena Sekuriti minta Saya selesaikan permasalahan ini dan akhirnya Saya tidak punya pekerjaan dan tidak bisa membayar utang tersebut," ujarnya.

Dijelaskannya bahwa awalnya dia meminjam uang pada Agustus lalu pada pelaku, dimana perjanjiannya akan selesai pada Desember. Namun pelaku memaksa untuk membayar lunas beberapa waktu belakangan. "Saya juga coba membayar seadanya dulu, tapi dia tidak mau dan maunya lunas dan akhirnya jadi seperti ini," tutupnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan dan Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchy saat ekspos kasus tersebut pada Senin (25/11) mengatakan pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara.

"PF alias AL ini diganjar dengan pasal 333 KUHP karena telah merampas kemerdekaan seseorang dengan ancaman 7 tahun penjara, selain itu juga diganjal UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," ujarnya.

Prasetyo juga menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka dirinya datang pada Minggu (24/11/2019) ke rumah kontrakan korban di Perumahan Buana Vista 3 Blok E No 66, Batam Kota memang dengan niat ingin menggembok rumah korban.

"Tersangka menggembok rumah korban karena kesal nagih utang pada korban namun tidak ditemui, dari rumahnya Minggu (24/11/2019) pagi sudah berencana menggembok rumah korban, tujuannya agar korban tidak bisa keluar dan pelaku juga mematikan aliran listrik dan air," ujarnya.

Kemudian, pelaku meninggalkan korban di rumahnya dan akhirnya korban diselamatkan angggota Polsek Batam Kota. Tersangka juga ditangkap di TKP setelah dipancing oleh Polisi. "Anggota memancing dia agar datang dan akhirnya dia datang dan langsung ditangkap," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kronologi Warga Majalengka...
Kronologi Warga Majalengka Disekap dan Diancam Celurit Gara-gara Utang
Polemik Utang Pemerintah,...
Polemik Utang Pemerintah, Mahfud MD Undang Jusuf Hamka
Ayat Tentang Utang Piutang...
Ayat Tentang Utang Piutang di Surat Al-Baqarah
11 Adab Tentang Utang...
11 Adab Tentang Utang Piutang yang Wajib Anda Ketahui
Saat Banyak Negara Terjerat...
Saat Banyak Negara Terjerat Utang, 10 Negara Ini Tanpa Utang
Mantan Hakim MK: PP...
Mantan Hakim MK: PP Nomor 28 Tahun 2022 tentang Piutang Negara Langgar Due Process Of Law
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
28 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved