93 Desa Belum Terlayani Angkutan Umum, Ribuan Warga KBB Andalkan Ojeg

Senin, 25 November 2019 - 16:21 WIB
93 Desa Belum Terlayani...
93 Desa Belum Terlayani Angkutan Umum, Ribuan Warga KBB Andalkan Ojeg
A A A
BANDUNG BARAT - 93 desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya di wilayah Selatan, masih belum tersentuh pelayanan angkutan umum (angkot). Masyarakat selama ini mobilisasinya masih mengandalkan angkutan ojeg atau kendaraan bak terbuka.

"Dari total 165 desa di KBB yang sudah terlayani angkutan umum baru sekitar 72 desa. Sesuai intruksi bupati untuk membuka akses angkutan umum ke desa-desa, tahun depan kami akan mengkaji bersama konsultan untuk menelaah wilayah mana yang memungkinkan masuk akses angkot baru," kata Kabid Angkutan Dishub KBB, Eman Sulaeman didampingi Pelaksana Angkutan Dalam Trayek, Dani Hendrawan di Ngamprah, Senin (25/11/2019).

Beberapa trayek baru yang sedang dibahas, adalah rute Padalarang-Saguling; Cipeundeuy-Rajamandala; dan Cimareme-Ngamprah yang melalui Kantor Pemda KBB. Rerouting trayek tersebut sudah cukup lama tinggal bagaimana kondisi di lapangan, apakah ada potensi penumpang serta daya dukung infrastruktur jalannya. “Jangan sampai rute baru dibuka tapi masyarakat penggunanya tidak ada,” kata Eman.

Eman menjelaskan, dari total 31 trayek angkutan umum di KBB yang aktif hanya sekitar 15 trayek, terdiri dari trayek lokal dan juga trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seperti Padalarang-Cimahi, Padalarang-St Hall, dan Padalarang-Leuwipanjang. Berdasarkan data kendaraan yang melaksanakan heregistrasi (izin trayek) tercatat ada 813 kendaraan yang izin trayeknya masih aktif serta 939 izin trayeknya sudah tidak aktif.

"Kami tidak tahu persis kenapa ada rute yang tidak aktif, apakah karena faktor munculnya ojeg online atau karena kepemilikan kendaraan yang mudah. Makanya pada saat rerouting trayek nanti akan coba dicari tahu penyebabnya, karena untuk taksi online tidak semua daerah di KBB ada yang mau masuk," imbuhnya.

Disinggung apakah jumlah angkot di KBB mengalami penurunan, Eman mengaku sulit untuk mengukur data pastinya. Sebab kadangkala ada angkot yang ditarik oleh pihak leasing namun tidak pernah dilaporkan. Hanya saja jika berdasarkan kepemilikan yang sudah berbadan hukum ada 962 kendaraan dan yang kepemilikannya masih perorangan ada 790 kendaraan. Sebanyak 841 kendaraan tahun pembuatannya 2006 ke atas dan ada 911 kendaraan yang tahun pembuatan 2005 ke bawah.
(wib)
Berita Terkait
Aturan Larangan Mudik:...
Aturan Larangan Mudik: Angkutan Dalam Kota Boleh Beroperasi
Jokowi Minta Pemda Dukung...
Jokowi Minta Pemda Dukung Pembangunan Angkutan Massal Perkotaan
Benahi Transportasi...
Benahi Transportasi Angkutan Darat, Organda Kota Palu Beri Masukan Ini kepada Pemkot
LRT Segera Dibangun...
LRT Segera Dibangun di Medan, Bobby Nasution: Kita Optimalkan Transportasi Massal
Palembang Jadi Contoh...
Palembang Jadi Contoh Angkutan Perkotaan, Pelajar Akan Dapat Subsidi Transportasi
Tiga Bus JR Connexion...
Tiga Bus JR Connexion Rute Sentul City-Blok M Diuji Coba
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
1 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
3 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
3 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
3 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
4 jam yang lalu
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved