Terkait Bom Mapolres Medan, Polda Papua Imbau Warga Tetap Tenang

Kamis, 14 November 2019 - 14:06 WIB
Terkait Bom Mapolres...
Terkait Bom Mapolres Medan, Polda Papua Imbau Warga Tetap Tenang
A A A
PAPUA - Polda Papua mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik, terkait kasus bom bunuh diri di Mapolres Medan, Rabu (13/11) lalu. Meski begitu, Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marzuki mengingatakan agar masyarakat Papua tetap waspada menjaga keamanan lingkungannya. Jika mendapati gerakan–gerakan yang dinilai mencurigakan, segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. “Saya harap masyarakat Papua tidak menjadi panik, namun tetap menjadi kewaspadaan saja. Mana kala ada yang dicurigai, diharap untuk melaporkan ke kepolisian terdekat. Ada tim yang menangan itu, jangan juga main hakim sendiri,” kata Brigjen Pol Yakobus Marzuki, Kamis (14/11/2019).

Wakapolda menambahkan, tujuan para teroris adalah menciptakan ketakutan atau teror, sehingga masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik. “Jadi, jangan panik, saya sampaikan supaya semua aktivitas kita berjalan normal. Kalau panik, itu tujuan mereka tersampaikan. Namun waspada saja, terlebih Desember ada peryaan Natal Momen itu digunakan mereka teroris untuk melakukan bunuh diri, sehingga wajib waspada. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan ke aparat,” ujar Brigjen Pol Yakubus Marzuki.

Untuk Papua sejuk dan damai, kata Waka Polda, Polda Papua tengah mempersiapkan berbagai genda kegiatan yang sifatnya untuk merajut kerukunan antar umat beragama di Papua. “Arahan Kapolda Papua, Desember dan perayaan Natal diisi dengan kegiatan- kegiatan yang soft. Kita bersyukur di Papua dilakukan Pesparani Katolik 1 Papua yang diselenggarakan Universitas Cenderawasih, kegiatan menyejukkan. Banyak kegiatan lain yang akan kita giatkan, tujuannya untuk kesejukan di Papua,” ungkap Wakapolda.

Kaitannya dengan jaringan pelaku teror bom bunuh diri, Wakapolda Papua menyebut, pihaknya menunggu informasi dari Densus 88 Anti teror Mabes Polri yang mengetahui alur jaringan pergerakan kelompok tersebut. "Kita akan cek soal jaringan apakah lama atau baru, apakah ada JAD (Jamaah Ansarud Daulah) yang ada kaitannya di Lampung atau Medan. Kita lihat apakah itu masih sama, kita menungggu dari Densus 88 saja, kita waspada saja,” tutupnya.
(zil)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Menkum Usulkan Amnesti...
Menkum Usulkan Amnesti 44.000 Napi Kasus ITE hingga Terkait Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved