Pemekaran Provinsi Papua Langkah Tepat Atasi Tuntutan Referendum

Senin, 04 November 2019 - 21:08 WIB
Pemekaran Provinsi Papua...
Pemekaran Provinsi Papua Langkah Tepat Atasi Tuntutan Referendum
A A A
JAYAPURA - Kabar pemekaran Papua dengan dua Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni Papua Tengah dan Selatan yang telah berulang kali disampaikan Mendagri Tito Karnavian dengan berbagai kajian dinilai sangat tepat untuk mengatasi persoalan referendum.

Ketua Umum Alinasi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (Ampera) Papua, Stenly Salamahu Sayuri menyebut, letak geografis Papua dengan luas wilayah mencapai 421.981 Km Persegi, membuat pemekaran untuk percepatan pembangunan menjadi agenda tepat.

"Masalah pelayanan publik menjadi alasan mendasar pemekaran itu, dan untuk pemerataan pembangunan Papua. Karena sekarang Papua masih jauh tertinggal, malah dengan Provinsi Papua Barat yang merupakan pemekaran dari Papua," kata Stenly.

Ditegaskan, dengan aspirasi pemekaran juga yang turut disampaikan rakyat dan tokoh di Papua, menandakan bahwa tidak semua warga Papua meminta Referendum.

"Secara politik, isu pemekaran merupakan bukti penolakan secara tidak langsung terhadap isu referendum di Papua. Oleh sebab itu, isu referendum tidak dapat digeneralisasi sebagai aspirasi rakyat Papua secara umum," katanya.

Selain itu, pemekaran juga merupakan solusi dalam mendorong akselerasi pembangunan di Papua terutama pembangunan Sumber Daya Manusia yang nasih jauh dari harapan.

"Mengingat selama kurun waktu 2001 – 2019 atau 18 tahun Otonomi Khusus diberlakukan, pembangunan SDM, Jaminan Kesehatan, pembangunan Infrastruktur dan ekonomi kerakyatan orang Asli Papua measih mengalami ketimpangan. Ini yang dilihat pemerintah mengagendakan itu," ungkapnya.

Sehingga, kata dia, wajar jika ada masyarakat Papua yang ingin menuntut pemekaran/DOB sebagai solusinya.

Tak hanya rencana DOB Papua Gengah dan Selatan yang akan dimekarkan Pemerintah, namun Provinsi Tabi, yang mencakup Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi dan Mamberamo Tengah juga untuk dimekarkan pemerintah.
(sms)
Berita Terkait
Penyelesaian Papua Harus...
Penyelesaian Papua Harus dengan Pendekatan Persuasif Bukan Kekuasaan
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Bentrok di Sentani Masih...
Bentrok di Sentani Masih Berlanjut, Dua Kubu Lengkapi Sajam
Kelompok KNPB Aniaya...
Kelompok KNPB Aniaya Warga hingga Tewas di Maybrat Papua Barat
Berita Terkini
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
17 menit yang lalu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
7 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
9 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
9 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
9 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved