Uji Coba Kedua Sistem Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak Ditangguhkan

Kamis, 31 Oktober 2019 - 21:06 WIB
Uji Coba Kedua Sistem...
Uji Coba Kedua Sistem Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak Ditangguhkan
A A A
BOGOR - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Pemkab Bogor dan Polres Bogor sepakat menangguhkan uji coba kedua kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak hingga tersedianya infrastruktur di kawasan tersebut. Uji coba kemungkinan kembali dilakukan pada akhir November atau awal Desember 2019 mendatang.

Sekretaris BPTJ, Hindro Surahmat menjelaskan, hasil rapat evaluasi bersama seluruh pimpinan stakeholder terkait uji coba kedua sistem kanalisasi 2-1 yang rencananya dilaksanakan 3 November mendatang terpaksa ditangguhkan karena berbagai pertimbangan. Di antaranya karena bertepatan dengan penyelenggaraan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak di Kabupaten Bogor dan masih banyak ruas-ruas jalan di jalur Puncak yang jadi hambatan dan harus dibenahi.

Contohnya, pekerjaan konstruksi pelebaran jalan yang diperkirakan selesai di awal Desember 2019. "Selain itu masih banyaknya para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan dan para pembelinya memarkirkan kendaraan di badan jalan," kata Hindro di Kompleks Pemkab Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (31/10/2019).

Selanjutnya juga masih ada beberapa tiang listrik di bahu jalan yang mengurangi kapasitas jalan. Menurut Hindro, pada saat uji coba pertama 27 Oktober 2019 lalu, ada peningkatan volume kendaraan hingga 5% sehingga menjadi hambatan tersendiri.(Baca: Infrastruktur Belum Siap, Polisi Minta Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak Dibatalkan)

Atas dasar sejumlah pertimbangan itulah, BPTJ bersama Pemkab dan Polres Bogor memutuskan untuk menangguhkan sistem uji coba kanalisasi 2-1 yang kedua."Uji coba sistem kanalisasi kedua akan dilakukan pada akhir November atau awal Desember, sampai kita yakin bahwa persoalan-persoalan yang menghambat tadi bisa diselesaikan," ujarnya.

Hindro menuturkan, gagalnya uji coba pertama bukan dikarenakan minimnya kajian dan persiapan para pemangku kebijakan. "Semua kajian, survei bahkan rapat sebanyak 11 kali sudah kita lakukan sebelum uji coba pertama," tuturnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP M Fadli Amri menambahkan, semua kajian telah dilakukan cukup komprehensif dan intensif."Kajian sudah dilakukan jauh-jauh hari, baik secara rapat internal, eksternal gabungan, survei di lapangan dan kita juga sudah mengantisipasi segala hal. Tapi, memang uji coba pertama, kalau berhasil pasti langsung diangkat jadi Presiden," ujar Fadli diselingi candaan saat ditanya wartawan kurang kajian dan persiapan uji coba kanalisasi 2-1 yang gagal itu.

Menurutnya, dalam setiap kebijakan uji coba memang harus ada feedback agar bisa dilakukan evaluasi hingga berhasil dilaksanakan. Selain itu saat uji coba pertama juga, dikarenakan adanya perubahan pola prilaku masyarakat maupun tamu hotel di Puncak.

"Tadinya one way, kemudian diganti sistem kanalisasi 2-1, akhirnya mereka berbondong-bondong mengakses jalan. Itu sudah kita prediksi, tapi yang namanya infrastruktur tak memadai mau tidak mau kita (kepolisian) harus melakukan upaya dalam hal ini diskresi kepolisian untuk memberlakukan kembali one way," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengakui volume kendaraan dengan kapasitas jalan masih belum seimbang. "Dan itu sebetulnya yang menjadi temuan kendala saat uji coba pertama. Geometri tidak seragam, panjang dan lebar tak sama, sehingga kedepan mungkin perlu kebijakan rekayasa yang sifatnya sektoral," katanya.

Dia menegaskan, hal paling penting dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Puncak bukan hanya jangka pendek semacam kanalisasi 2-1 saja. Tapi harus ada, bahkan tidak bisa dipungkiri tentang pentingnya merealisasikan jalur Puncak II serta sistem transportasi massal.

"Sudah sering dikatakan Bupati, tolong pemerintah pusat mewujudkan pembangunan jalan baru yakni jalur Puncak II atau Poros Tengah Timur, karena yang menggunakan jalur Puncak saat ini bercampur antara wisatawan dan masyarakat yang hendak ke Bandung maupun Cianjur. Kalau ada jalur baru, masyarakat yang hendak ke Bandung maupun Cianjur tak bercampur dengan wisawatan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Setelah 2 Jam One Way,...
Setelah 2 Jam One Way, Jalur Puncak Bogor Kembali Berlakukan Normal Dua Arah
Pemkab Bogor Ajak Warga...
Pemkab Bogor Ajak Warga Dukung Pembangunan Puncak 2 untuk Atasi Kemacetan
Kemacetan Jalur Wisata...
Kemacetan Jalur Wisata Puncak Libur Maulid Nabi
Pemkab Bogor Inginkan...
Pemkab Bogor Inginkan Sentul Eco Edu Tourism Jadi Objek Wisata Unggulan
Polisi Perketat Pengawasan...
Polisi Perketat Pengawasan Kendaraan yang Melintas di Jalur Puncak Bogor
Wisatawan Keluhkan Tempat...
Wisatawan Keluhkan Tempat Wisata Gunung Pancar Bogor Kelewat Mahal
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
1 jam yang lalu
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
2 jam yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
3 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
10 jam yang lalu
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
10 jam yang lalu
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
11 jam yang lalu
Infografis
China Berhasil Lakukan...
China Berhasil Lakukan Uji Coba High-speed Flying Train
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved