Bocah Pekalongan Terkena Ginjal Bocor Butuh Bantuan, Kemana Bupati?

Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:11 WIB
Bocah Pekalongan Terkena...
Bocah Pekalongan Terkena Ginjal Bocor Butuh Bantuan, Kemana Bupati?
A A A
PEKALONGAN - Muhamad Fadlun Yahya (2,5) putra kedua Lailatul Barokah, warga RT 2/RW 1 dukuh Wonolobo Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, hanya bisa tergeletak dan menangis. Bocah ini kondisinya memprihatinkan, menangis terus karena menderita syndrom nefrotik resisten steroid atau ginjal bocor.

Bocah yang sejak bayi diasuk budenya bernama Sekar itu menderita penyakit ginjal bocor sejak enam bulan lalu. Perut membesar, tangan dan kaki juga membengkak karena cairan yang tak bisa keluar.

"Sejak usia 40 hari, anak saya diasuh oleh budenya, atau kakak saya sendiri, karena kondisi perekonomian dan saya single parent. Selama dalam kandungan tidak ada tanda-tanda hingga lahir juga normal, namun terlihat ada yang beda saat enam bula lalu atau bulan Juni lalu," jelas Lailatul Barokah.

Keluarga ini kesulitan biaya perawatan dan penyembuhan, sehingga hanya bisa dirawat di rumah saja. Pada bulan Juni lalu pernah dibawa ke Rumah Sakit Daerah Kajen, namun pulang paksa karena tidak ada biaya.

"Saat itu dia nangis terus dan terlihat badannya membengkak, lalu dirawat di RSUD Kajen, sempat dinyatakan sembuh, beberapa hari kemudian kambuh penyakitnya. Fadlun dirawat lagi, namun karena tidak ada biaya sehingga terpaksa pulang," tambah Sekar, budenya yang merawat.

Agar bisa meneruskan pengobatan, keluarga ini lalu membuat BPJS mandiri, meski kondisi ekonomi serba pas-pasan. Hal ini dilakukan agar bisa melakukan perawatan lanjutan bagi Muhamad Fadlun Yahya.

Bocah ini kemudian dirujuk untuk dirawat di Rumah Sakit Karyadi Semarang dengan BPJS mandiri. "Saat ini bisa dibiaya dengan BPJS mandiri yang dibayarkan tiap bulan. Namun, kami kesulitan untuk menunggu dan transportasi Pekalongan- Semarang," pungkasnya.

Warga sekitar sering menjenguk anak ini, sambil memberikan bantuan ala kadarnya. Namun kondisi keluarga kurang mampu, sehingga butuh bantuan dari pemerintah atau dermawan untuk penyembuhan anak ini.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Kepala Posko PRR Aceh...
Kepala Posko PRR Aceh Apresiasi TNI Bangun Jembatan Gantung di Kampung Reje Payung
5 menit yang lalu
Pendiri BSB Temukan...
Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
1 jam yang lalu
Video Viral di Lubuk...
Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP
1 jam yang lalu
Pengelolaan Konflik...
Pengelolaan Konflik Kepentingan, Kemenhut Dorong Budaya Cinta Integritas
2 jam yang lalu
DBH Dipotong Pemerintah...
DBH Dipotong Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Hanya Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini
3 jam yang lalu
Generasi Emas Intitute...
Generasi Emas Intitute Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved