Mahasiswa Unpad Gelar Diskusi Polemik UU KPK

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 10:17 WIB
Mahasiswa Unpad Gelar...
Mahasiswa Unpad Gelar Diskusi Polemik UU KPK
A A A
BANDUNG - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) telah menyelenggarakan Diskusi Akademik mengenai ujung cerita dari polemik UU KPK pada Jumat (18/10/2019).

Kegiatan yang juga terselenggara atas kerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa di Unpad ini diadakan di Aula Gedung B FISIP UNPAD dengan dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan.

Dalam sambutan Rizal Ilham selaku Presiden BEM menyebutkan bahwa polemik UU KPK menimbulkan banyak perdebatan dari kalangan pro dan kontra. Sehingga kedua belah pihak perlu sering duduk bersama dengan potensinya masing-masing untuk mencari solusi secara ilmiah dan belandaskan konstitusi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa UU KPK yang telah di sahkan dalam sidang paripurna DPR RI ternyata menimbulkan masalah. Banyak perdebatan yang terjadi antara yang pro dengan yang kontra. Saya pikir kita perlu duduk bersama dengan potensi masing-masing dan saling mencerdaskan serta menemukan langkah terbaik yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan korupsi di Indonesia,” kata Rizal.

Dalam diskusi itu membahas bagaimana selanjutnya menyikapi undang-undang yang telah diketok palu dalam paripurna DPR oleh berbagai pihak, termasuk di dalamnya mahasiswa.

Menurut Akbar, Dosen Fisip Unpad, UU KPK akan berlaku secara otomatis setelah 30 hari tanpa harus ditanda tangani oleh Presiden. Sehingga banyak pihak yang menilai kalau revisi UU KPK yang melemahkan kinerja KPK meminta Presiden untuk mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Akan tetapi, selain itu masih ada cara lain untuk melakukan revisi kembali UU KPK. Setidaknya secara konstitusional terdapat 3 langkah yang bisa diambil untuk membatalkan UU KPK, yaitu Judicial Review, Legislative Review, dan Perppu.

“Pada dasarnya, undang-undang ini kan sudah disepakati dalam rapat paripurna DPR RI. Jadi walaupun nggak ditanda tangani oleh Presiden, setelah 30 hari UU KPK ini akan tetap berlaku. Ada 3 cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat dan pihak-pihak yang merasa perlu untuk membatalkan UU ini yaitu, Judicial Review, Legislative Review, atau Presiden mengeluarkan Perpu. Dan setiap pilihan tentu ada syarat dan ketentuan proses yang berlaku donk," ungkap Akabar.

Dalam melakukan tindakan Judicial Review dan Legislative Review akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuntaskan permasalahan ini. Akibatnya selama kedua proses ini dilakukan, UU KPK hasil revisian tetap berlaku.

Judicial review dapat ditempuh melalui Mahkamah Konstitusi (MK) dan paling cepat akan selesai dalam waktu 1 tahun. Sedangkan langkah Legislative Review mengembalikan pembahasan kepada DPR selaku pembuat UU. Akan tetapi, cara ini membutuhkan keseriusan para anggota DPR untuk membahasnya karena UU KPK ini menyimpan banyak kepentingan politik.

“Pilihan terakhir yang bisa ditempuh untuk mengantisipasi UU KPK yang telah disahkan itu adalah Presiden mengeluarkan Perpu. Dalam pelaksanaannya, perpu ini bisa langsung berlaku. Namun, proses keluarnya perpu ini hanya bisa dilakukan jika terjadi situasi yang sangat genting. Sehingga kegentingan tersebut akan mendesak Presiden mengeluarkan perpu," pungkasnya.
(vhs)
Berita Terkait
Profil Aryanto Sutadi,...
Profil Aryanto Sutadi, Purnawirawan Polri yang Sempat Maju Capim KPK
Polri Rekomendasikan...
Polri Rekomendasikan 4 Pati Seleksi Capim dan Dewas KPK
Pernyataan Lengkap Brigjen...
Pernyataan Lengkap Brigjen Endar Priantoro Usai Dicopot dari Direktur Penyelidikan KPK
Polri Siapkan Posisi...
Polri Siapkan Posisi untuk 57 Mantan Pegawai KPK
Firli Bahuri Lantik...
Firli Bahuri Lantik 2 Deputi KPK, Salah Satunya Jenderal Polisi
9 Kapolda Setahun Lebih...
9 Kapolda Setahun Lebih Menjabat, Ada Eks Deputi Penindakan KPK hingga Mantan Ajudan Jokowi
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
19 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved