Melihat Bangunan Pertahanan Para Pejuang Melawan Jepang di Pangandaran

Minggu, 06 Oktober 2019 - 05:00 WIB
Melihat Bangunan Pertahanan...
Melihat Bangunan Pertahanan Para Pejuang Melawan Jepang di Pangandaran
A A A
Tim Eskavasi dari Balai Arkeologi (Balar) Bandung menemukan belasan tinggalan bangunan pertahanan jaman Kolonial Jepang di Cagar Alam Pananjung, pantai Pangandaran.

Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Aceng Hasim mengatakan, bangunan pertahanan Jepang tersebut berupa struktur dan ceruk. "Pada eskavasi sebelumnya, hanya ditemukan bunker di 4 lokasi dan 10 goa di tempat berbeda," kata Aceng.

Aceng menambahkan, struktur merupakan sebagai tinggalan pertahanan Jepang di Cagar Alam, Pananjung yang dibuat sekitar tahun 1941-1942.

"Tempat tersebut merupakan susunan batu atau porselen pada permukaan tanah yang berbentuk persegi panjang dan dipergunakan untuk memata-matai musuh," tambahnya.

Struktur juga diduga sebagai tempat untuk melakukan serangan bersenjata kepada pihak musuh.

Aceng menjelaskan, sedangkan Ceruk merupakan bangunan didalam perut bumi menyerupai goa kecil yang dapat dihuni 2 hingga 3 orang. "Ceruk berfungsi sebagai tempat berlindung jika terdapat serangan dari pihak musuh," jelasnya.

Ketua Tim Evakuasi dari Balai Arkeologi (Balar) Bandung Oky Oktaviandi didampingi Pelaksana Teknis Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Serang Banten Haris Yanto menjelaskan eskavasi tahun 2015 lalu pihaknya hanya menemukan 4 bunker dan 10 goa.

"Posisi struktur dan ceruk yang kami temukan awalnya tertimbun tanah, setebal 60 centi meter hingga 80 centi meter sehingga tidak tampak dari permukaan," kata Oky.

Dia menambahkan, petunjuk bangunan cagar budaya tersebut ditemukan dari keberadaan parit.

Parit tersebut, kata Oky, memanjang dan saling terhubung antar bangunan yang ada yaitu bunker, goa, struktur, dan ceruk. "Jika tentara Jepang akan menuju setiap bangunan yang ada, mereka melewati parit setinggi 160 centi meter," tambahnya.

"Sehingga, jika ada musuh yang mengamati dari permukaan maupun dari atas pesawat, keberadaan mereka tersembunyi,"pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
25 menit yang lalu
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
1 jam yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
2 jam yang lalu
Soroti Kasus Penyiksaan...
Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
2 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1,4 Km, PVMBG: Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
3 jam yang lalu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
12 jam yang lalu
Infografis
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved