Pendekatan Antisipasi Hoaks Terus Dilakukan Pascagempa Maluku

Rabu, 02 Oktober 2019 - 13:08 WIB
Pendekatan Antisipasi...
Pendekatan Antisipasi Hoaks Terus Dilakukan Pascagempa Maluku
A A A
JAKARTA - Pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri terus melakukan pendekatan kepada warga untuk tidak terpancing hoaks pascagempa Maluku 6,5 Magnitudo pada 26 September 2019. Tim gabungan masih terus mengimbau warga untuk kembali ke rumah dan tidak terpengruh hoaks ada gempa susulan dan tsunami.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, Tim Reaksi Cepat BNPB (TRC) bersama camat, kepala desa, babinsa, dan babinkamtibmas di Kabupaten Seram Bagian Barat telah memberikan penjelasan kepada warga sejak beberapa hari lalu. Sebab, ketika hoaks tentang gempa dan tsunami dalam waktu dekat, membuat warga memilih mengungsi secara tersebar di dataran yang lebih tinggi.

“Sebagian warga masih percaya hoaks tersebut, sehingga ada yang mengungsi ke bukit secara tersebar dan sulit dijangkau personel gabungan. Kondisi tersebut justru menyebabkan kualitas kesehatan warga menurun seiring turunnya hujan,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (2/10/2019).

Dari upaya yang dilakukan, sejumlah warga yang mengungsi memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Hal tersebut dilihat dari berkurangnya jumlah penyintas hingga 72.000 jiwa sejak Selasa 1 Oktober 2019 malam.

Kepala Sub Direktorat Peringatan Dini BNPB Abdul Muhari, Peneliti Badan Geologi Cipta dan perwakilan BPBD Provinsi Maluku memberikan keterangan secara langsung melalui TVRI Ambon, Rabu (2/10/2019). Muhari menyampaikan mengenai karakterter dan historis gempa di Ambon sehingga masyakarat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.

“Berdasarkan informasi BMKG pada 1 Oktober 2019, total gempa susulan berjumlah 782 dan gempa yang dirasakan 82 kali. Dilihat dari gempa susulan yang terjadi, frekuensi cenderung turun,” katanya.

Data sementara per 1 Oktober 2019 mencatat total penyintas berjumlah 115.290 jiwa. Jumlah penyintas terbesar terdapat di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan jumlah 36.391 jiwa, Maluku Tengah 50.250, dan Kota Ambon 28.649.

Sementara itu, total rumah rusak berjumlah 6.184 unit dengan rincian di wilayah Maluku Tengah rumah rusak berat 1.635 unit, rusak sedang 956 unit, dan rusak ringan 2.120 unit. Rumah rusak di wilayah Seram Bagian Barat sebanyak 259 unit rusak berat, 681 unit rusak ringan, sedangkan di wilayah Kota Ambon 96 unit rusak berat, 145 unit rusak sedang, dan 292 unit rusak ringan.

Hingga kini, masing-masing wilayah yang terdampak gempa terus melakukan upaya penanganan darurat bencana. Masa tanggap darurat sementara ini akan berakhir pada 9 Oktober 2019.
(wib)
Berita Terkait
BMKG: Gempa Bumi M5,1...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Terkini Banten,...
Gempa Terkini Banten, Warganet Curhat di Twitter
Ini 3 Lempeng Tektonik...
Ini 3 Lempeng Tektonik Aktif Pemicu Gempa Bumi di Indonesia
4 Gempa Bumi Terbesar...
4 Gempa Bumi Terbesar di Dunia yang Menimbulkan Patahan
Diguncang Gempa M 5,9...
Diguncang Gempa M 5,9 Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan Sempat Mengalami Kepanikan
Dilanda Kepanikan Saat...
Dilanda Kepanikan Saat Gempa, Karyawan Walkot Jaksel Diminta Keluar Gedung
Berita Terkini
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
53 menit yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
1 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
1 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
2 jam yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
12 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
12 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved