Polres Lombok Timur Lakukan Patroli Cyber

Selasa, 01 Oktober 2019 - 20:34 WIB
Polres Lombok Timur...
Polres Lombok Timur Lakukan Patroli Cyber
A A A
LOMBOK TIMUR - Polres Lombok Timur melakukan patroli cyber untuk mencegah ujaran kebencian yang marak terjadi di media sosial. Ujaran kebencian yang mengandung berita bohong (hoax), SARA, provokasi, dan cenderung fitnah belakangan ini marak muncul di media sosial dikhawatirkan menyulut emosi masyarakat dan memecah belah persatuan.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Ida Bagus Made Winarta mengungkapkan unit cyber ini akan terus memantau, mengawasi media sosial seperti Facebook, Instagram, youtube dan lainnya yang kontennya mengandung ujaran kebencian.

"Kami akan melakukan tindakan tegas, bila ada oknum yang secara sengaja mengapload hal hal yang sifatnya mengandung ujaran kebencian," tegasnya, saat ditemui di Mapolres Lotim, Selasa (1/10/2019).

Hal ini jelasnya, sudah diatur dalam Undang - undang ITE, terutama Pasal 27 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun. Seluruh penegak hukum sepakat tidak akan mentolirir terhadap oknum yang sengaja membuat situasi gaduh dengan ujaran kebencian di media sosial.

Dia mengakui ada beberapa pengaduan yang berkaitan dengan pelanggaran dalam UU ITE ini dan saat ini polisi masih menelusuri akun akun media sosial yang diduga kontennya mengandung ujaran kebencian.

Aduan yang disampaikan, ungkapnya cukup beragam, ada konten yang menyerang individu (pribadi), provokasi, bahkan ada juga konten yang mengandung pelecehan terhadap lambang lambang negara.

Dikatakan, selain proses hukum, ada langkah langkah preventif yang dilakukan selama ini melalui unit cyber diantaranya dengan melakukan take down, meminta pemilik akun untuk menghapus kontennya maupun memanggil bersangkutan dengan memberi peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Untuk memastikan kebenaran informasi yang diperoleh, dia menyarankan agar masyarakat memastikan informasi yang diperoleh itu menyeluruh, judul sesuai dengan isinya. Kemudian, sumber informasi harus jelas, lalu informasi ini ada tidak di media mainstream yang bisa menjadi rujukan.

"Ketiga, gunakanlah fitur fitur pengamanan informasi yang bisa menyaring informasi yang tidak benar, " tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pengamen di Gowa Diamankan...
Pengamen di Gowa Diamankan Gara-gara Menulis 'Polisi Juga Saya Makan' di FB
Lindungi Anak dari Pengaruh...
Lindungi Anak dari Pengaruh Negatif Dunia Maya, Langkah Ini Perlu Dilakukan
Atta Halilintar Tanggapi...
Atta Halilintar Tanggapi Laporan Gus Irfan atas Kasus Dugaan Penghinaan di Media Sosial
Wahai Pejabat Publik...
Wahai Pejabat Publik Waspada Kejahatan Ruang Maya: VCS!
Penghina Presiden Jokowi...
Penghina Presiden Jokowi Tak Berkutik Saat Diringkus Tim Siber Polda Kepri di Mall
Akun Facebooknya Dicatut...
Akun Facebooknya Dicatut untuk Provokasi Isu SARA, Jurnalis di Kendari Lapor ke Polisi
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved