Kemarau Panjang, Bulog Pastikan Stok Beras Cukup hingga 9 Bulan ke Depan

Senin, 16 September 2019 - 22:22 WIB
Kemarau Panjang, Bulog...
Kemarau Panjang, Bulog Pastikan Stok Beras Cukup hingga 9 Bulan ke Depan
A A A
MANADO - Musim kemarau di Sulawesi Utara (Sulut) belum juga berakhir. Meski demikian, Perum Bulog Divre Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) memastikan stok beras masih aman dan mencukupi hingga 8 sampai 9 bulan ke depan.

“Saya kira masih aman ya. Stok kita di kisaran 20.000 ton lebih dan ini cukup untuk 8 sampai 9 bulan ke depan,”ujar Kepala Bulog Divisi Regional Sulut dan Gorontalo, Sopran Kenedi, Senin (16/9/2019).

Menurutnya, pasokan beras sendiri tak hanya dari sentra-sentra beras di Sulut seperti Minahasa, Kotamobagu, Bolaang Mongondow tapi juga daerah lain seperti Gorontalo bahkan penambahan stok masuk juga dari Sulawesi Selatan dan Surabaya.

“Tiga daerah di luar Sulut itu hanya penambahan. Tidak banyak hanya untuk keperluan hanya beberapa bulan. Bertahap lah karena jangan terlalu lama disimpan,”jelasnya.

Hingga saat ini pendistribusian oleh Bulog ke masyarakat tiap bulannya sebanyak 1.300 ton. Baik untuk BPNT, Bansos, golongan anggaran, bencana alam, stabilisasi harga dan lainnya.

Diakuinya, di musim kemarau ini meski stok tersedia namun harga beras di pasaran sudah menunjukkan kenaikan. Terutama harga beras lokal seperti Serayu dan Superwin.

“Bisa saja kalau stoknya masih banyak tapi pasokannya tidak lancar itu juga bisa naik. Sekarang kelihatannya pasokannya berkurang karena stoknya sudah mulai habis,” terangnya.

Sopran menegaskan, guna mengatasi kenaikan harga beras, pihaknya secara rutin melakukan operasi pasar sepanjang tahun.

"Operasi pasar dilakukan sepanjang tahun. Sebab jika melakukan operasi pasar setelah harga naik, pengendaliannya akan semakin susah," katanya.

Sementara itu, stok terigu dan gula pasir juga masih cukup. Namun, kata dia, ini bukan penugasan, hanya untuk pemenuhan ketersediaan saja.
(sms)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
51 menit yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
2 jam yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
2 jam yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
2 jam yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
3 jam yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
3 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Bisa Miliki...
Ukraina Bisa Miliki Senjata Nuklir dalam Beberapa Bulan ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved